Modern Heritage: SukkhaCitta Reimajinasikan Warisan Nusantara Lewat PERTIWI

 Dalam perayaan ulang tahun ke-9, SukkhaCitta mempersembahkan koleksi istimewa bertajuk PERTIWI: A Modern Heritage, sebuah karya busana yang mengangkat kembali warisan budaya Indonesia

ASIAWORLDVIEW – Dalam perayaan ulang tahun ke-9, SukkhaCitta mempersembahkan koleksi istimewa bertajuk PERTIWI: A Modern Heritage, sebuah karya busana yang mengangkat kembali warisan budaya Indonesia melalui pendekatan kontemporer. Di bawah arahan kreatif Anastasia Setiobudi, koleksi ini mereimajinasikan siluet ikonis pakaian Nusntara. Misalnya, kebaya, beskap, dan kain dengan sentuhan skulptural, lapisan puitis, serta keanggunan yang mengalir.

“Bagi kami, mereka adalah nadi yang menghidupkan regenerasi. Pahlawan sejati yang menjaga kesinambungan. PERTIWI adalah cara kami menghormati mereka,” ujar Denica Riadini-Flesch, Founder & CEO SukkhaCitta, dikutip Asiaworldview.com, Jumat (29/8/2025).

Setiap potongan dirancang sebagai dialog antara masa lalu dan masa depan—menggabungkan presisi dan puisi, tradisi dan keseharian. Menggunakan bahan alami yang ditenun dan diwarnai secara tradisional, koleksi ini tidak hanya merayakan identitas, tetapi juga menawarkan kelembutan sebagai kekuatan dan keindahan sebagai bentuk keterhubungan.

Baca Juga: Membaca Fashion Melalui Benang dan Tekstil lewat The Blueprint

Koleksi ini mereimajinasikan bentuk-bentuk klasik seperti kebaya, beskap, dan kain—bukan sekadar sebagai pakaian tradisional, tetapi sebagai simbol identitas yang bisa berevolusi. Setiap potongan dirancang agar fleksibel dan bisa dikenakan dalam berbagai cara, mencerminkan semangat modern tanpa kehilangan akar budaya.

SukkhaCitta menekankan penggunaan bahan alami dan teknik pewarnaan tradisional seperti indigofera dan kapas Kanesia, yang ditanam secara berkelanjutan. Salah satu desain beskap bahkan pernah dikenakan oleh Chris Martin dari Coldplay. Hal ini menandai pencapaian global dari brand lokal ini.

Seluruh koleksi dibuat dari serat tanaman, ditenun dengan teknik tradisional, dan diwarnai secara alami dengan tanaman penyembuh. Filosofi warnanya mencerminkan perjalanan hidup: putih sebagai awal, merah untuk pertumbuhan, dan hitam sebagai simbol kekuatan yang mengakar.

“PERTIWI adalah bisikan lembut tentang perubahan,” tambah Anastasia Setiobudi, Creative Director SukkhaCitta. “Kelembutan menjadi kekuatan, keanggunan adalah kemudahan, dan keindahan adalah rasa memiliki. Inilah modern heritage—hidup, personal, dan penuh makna.”

PERTIWI bukan sekadar tentang desain, tetapi tentang regenerasi. Setiap tekstil ditenun dari kapas murni, tanpa listrik dan tanpa bahan kimia. Warna lahir dari tumbuhan yang dahulu digunakan sebagai tanaman penyembuh—indigo, buah emas, kayu secang—yang hidup mengikuti musim.