ASIAWORLDVIEW – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa Indonesia menyambut baik upaya untuk memperkuat kerja sama ekonomi antar negara-negara G20. Hal itu diungkapkan dalam Pertemuan Ke-4 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 yang berlangsung di Afrika Selatan, 14 hingga 18 Juli 2025.
Dalam pernyataannya, Sri Mulyani menekankan pentingnya membuka dialog yang saling menguntungkan dalam perdagangan dan investasi, guna menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan meningkatkan produktivitas antarnegara.
“Indonesia mendukung dialog yang berkelanjutan yang bertujuan untuk mengembangkan kerja sama perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan guna menciptakan lapangan kerja, memberikan manfaat bersama, serta meningkatkan inovasi dan produktivitas untuk semua negara,” kata Indrawati dalam sebuah unggahan Instagram pada hari Jumat (18/7/2025).
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Pemerintah Berhati-hati Kelola APBN, Defisit di Bawah 3%
Pertemuan ini berlangsung di tengah ketidakpastian global yang tinggi, termasuk perang tarif dagang dan fragmentasi ekonomi dunia. Indonesia, menurut Sri Mulyani, mendorong semangat kolaborasi dan globalisasi yang lebih adil, agar semua negara dapat tumbuh bersama tanpa harus mengorbankan kepentingan masing-masing. Ia juga menyoroti stabilitas ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, dengan rasio utang luar negeri terhadap PDB sebesar 30,6% dan inflasi tahunan yang rendah di angka 1,87%
Dia mencatat bahwa pertemuan tersebut membahas prospek ekonomi global di tengah meningkatnya ketidakpastian, perang tarif yang semakin meningkat, dan fragmentasi geopolitik yang memburuk. Meskipun menghadapi tantangan ini, dia mengatakan bahwa G20 tetap berkomitmen untuk mendorong kolaborasi dan kerja sama di antara negara-negara anggotanya.
“Saya menekankan pentingnya mempromosikan globalisasi yang lebih adil dan menciptakan kemakmuran bersama, di mana semua negara dapat tumbuh bersama tanpa mengorbankan kepentingan mereka sendiri,” tambahnya.
