ASIAWORLDVIEW – Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,5% hari ini, Kamis (19/6/2025), sudah diantisipasi pasar. Selain itu mencerminkan pendekatan hati-hati di tengah ketidakpastian global.
Inflasi AS masih agak tinggi, diperkirakan mencapai 3% pada akhir 2025. Alhasil The Fed belum merasa perlu menurunkan suku bunga secara agresif.
Pakar mencatat pertumbuhan ekonomi melambat ke 1,4% dan pengangguran diperkirakan naik ke 4,5%. Meski begitu, The Fed tetap membuka peluang dua kali pemangkasan suku bunga pada akhir tahun ini jika kondisi membaik.
Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku mengatakan bahwa relatif
stabilnya performa harga aset-aset berisiko tersebut disebabkan oleh keputusan The Fed yang sesuai dengan ekspektasi pasar.
“Investor telah mengantisipasi dan menyesuaikan komposisi portfolio mereka sehingga tidak terlalu banyak langkah penyesuaian yang perlu dilakukan. Saat ini mayoritas investor cenderung terlihat mengambil posisi wait and see dan menantikan perkembangan dataterkait inflasi, kebijakan tarif AS, serta perkembangan konflik Israel-Iran di mana AS
dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melancarkan serangan langsung ke Teheran,” jelas Fahmi, dikutip Asiaworldview.com.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Mulai Pengaruhi Pasar Kripto
“ETF Bitcoin spot masih melanjutkan tren netflow positif beruntunnya yang terjadi sejak 9 Juni lalu. Situasi ini mengindikasikan posisi Bitcoin yang semakin diterima sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Meletusnya ketegangan Israel-Iran juga tidak terlihat mengurangi minat beli investor Amerika Serikat terhadap Bitcoin melalui instrumen ETF,” imbuhnya.
Situasi yang ada mensinyalir masih akan berlanjutnya tren akumulasi yang ada saat ini hingga mungkin beberapa bulan ke depan. Apabila tidak ada sentimen baru yang cukup kuat, pasar dapat terkonsolidasi hingga beberapa pekan ke depan.
“Selain Bitcoin, menguatnya tren akumulasi oleh para investor besar juga semakin terlihat pada beberapa altcoin utama seperti ETH dan XRP. Akan tetapi reli utama altcoin sepertinya masih baru akan terjadi ketika tren penurunan suku bunga telah dimulai dan likuiditas di pasar kripto meningkat signifikan,” pungkasnya.
