Pakar: Rutin Berolahraga di Tengah Kesibukan, Membuat Tubuh dan Mental Lebih Sehat

Konferensi pers Level Up After Work with Enervon, Senin (16/6/2025).

ASIAWORLDVIEW – Tetap aktif saat sibuk itu penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik membantu mengurangi stres, meningkatkan energi, dan menjaga produktivitas. Bahkan olahraga ringan seperti peregangan atau berjalan kaki bisa mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Untuk itu Enervon Active melanjutkan komitmennya agar masyarakat khususnya generasi MZ dapat terus menjaga kesehatan fisik dan mental, dengan menghidupkan kembali budaya aktif setelah jam kerja yang menghadirkan berbagai aktivitas fisik seperti zumba, poundfit, cardio dance, yoga, hingga strength training. Gerakan ini membuka ruang bagi generasi MZ untuk mengeksplorasi hal-hal baru dan mengaktifkan kembali kehidupan yang mereka cintai, karena pulang kerja bukan waktunya rebahan, tapi waktunya GAS LAGI.

dr. Michael Reo, Dokter Pemerhati Kesehatan menjelaskan, tetap aktif juga bisa meningkatkan fokus dan kreativitas, terutama jika kamu sering duduk lama saat bekerja. Ada banyak cara sederhana untuk tetap bergerak, seperti menggunakan tangga daripada lift, melakukan peregangan di meja kerja, atau berjalan saat istirahat.

“Jadi, meskipun jadwal padat, menyisipkan aktivitas fisik dalam rutinitas harian bisa membuat tubuh lebih sehat dan pikiran lebih segar. Tapi perlu diketahui, olahraga juga perlu ada batasanya, jangan memforsir,” katanya dalam konferensi pers Level Up After Work with Enervon, Senin (16/6/2025).

Baca Juga: Berolahraga Sambil Menjaga Lingkungan di Garmin Run Indonesia 2025

Ini yang peru diperhatikan saat berolahraga, tegsnya, mengenai konsistensi. Hal itu membantu tubuh beradaptasi dan mencapai hasil yang lebih baik. Jika dilakukan secara teratur, olahraga dapat meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, memperkuat otot, serta meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak.

“Saat rutin berolahraga, tubuh akan mulai beradaptasi. Konsistensi juga mengurangi risiko cedera karena tubuh terbiasa dengan aktivitas yang dilakukan. Dari sisi mental, olahraga rutin dapat mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan membangun kebiasaan sehat,” ia menambahkan.

Untuk menjaga konsistensi, kamu bisa menetapkan jadwal rutin, menentukan tujuan yang realistis, dan memilih aktivitas yang menyenangkan. Selain itu, jangan terlalu memforsir tubuh.

Ia menyarankan agar intensitas olahraga ditingkatkan secara bertahap, terutama bagi pemula. Misalnya, mulai dengan dua kali seminggu, lalu perlahan ditambah sesuai kemampuan tubuh. Jika langsung berolahraga dengan durasi lama tanpa persiapan, tubuh bisa “kaget” dan berisiko mengalami cedera.

“Memforsir tubuh saat berolahraga bisa berbahaya dan justru menghambat manfaat yang ingin dicapai. Jika olahraga dilakukan secara berlebihan tanpa memperhatikan kondisi tubuh, bisa menyebabkan kelelahan ekstrem, cedera otot, hingga gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi atau masalah jantung. Jadi tetap realistis,” pungkasnya.