Bos Reku Rasakan Hawa Positif Industri Kripto di Indonesia

Tumpukan koin kripto.(Canva)

ASIAWORLDVIEW – Jumlah investor kripto di Indonesia terus meningkat! Hingga April 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa jumlah investor telah mencapai 14,16 juta orang, naik dari 13,71 juta pada bulan sebelumnya.

Selain itu, nilai transaksi aset kripto nasional juga mengalami lonjakan, mencapai Rp35,61 triliun, meningkat dari Rp32,45 triliun pada Maret 2025. Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital, terutama di tengah dinamika pasar global.

Robby selaku Chief Compliance Officer (CCO) Reku sekaligus Ketua Umum ASPAKRINDO-ABI mengatakan kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi Indonesia untuk menjadi pusat kripto Asia, terutama karena Indonesia telah menduduki peringkat ketiga dalam adopsi kripto, melansir laporan The 2024 Geography of Crypto Report oleh Chainalysis.

“Saat ini, aset kripto di Indonesia bukan lagi dianggap sebagai komoditas, namun sebuah instrumen investasi. Hal ini tentunya membuka prospek pengembangan inovasi yang lebih variatif. Sehingga dapat meningkatkan appetite investor di Indonesia, baik dari ritel maupunkorporasi, juga untuk menarik minat investor dengan berbagai profil risiko,” ia menambahkan.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Ramalkan Masa Depan Bitcoin, Tren Adopsi Terus Meningkat

Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia unggul dalam sektor DeFi dan Retail DeFi, menandakan tingginya aktivitas investor ritel dalam transaksi keuangan terdesentralisasi. Peringkat tersebut naik dari tahun sebelumnya yang hanya di posisi 5.

Sementara Amerika Serikat hanya menempati peringkat ke-4, meskipun memiliki ekosistem layanan kripto yang besar. Walau demikian, Robby menegaskan Indonesia masih perlu meningkatkan inovasi di industri blockchain dan Web3 untuk menggenjot pertumbuhan sektor ini.

Aset kripto dapat menjadi instrumen investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, teknologi blockchain yang mendasari aset kripto juga memiliki potensi yang sangat luas di berbagai sektor, mulai dari keuangan, hingga pendidikan.

“Pemanfaatan teknologi blockchain juga dapat didukung oleh pelaku usaha kripto, asosiasi, perguruan tinggi, hingga komunitas. Blockchain berpotensi menjadi teknologi revolusioner yang perlu ditingkatkan melalui kajian dan edukasi. Sehingga ke depannya, manfaat teknologi ini dapat dirasakan oleh lapisan masyarakat yang lebih luas,” ia menambahkan.