Tokocrypto Sambut Baik Rencana Cadangan Bitcoin di Indonesia

CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, 

ASIAWORLDVIEW – Usulan untuk menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan strategis oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sedang menjadi perbincangan di Indonesia. Gagasan ini muncul dari pelaku industri kripto yang menyarankan agar Danantara mempertimbangkan Bitcoin sebagai aset alternatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Tokocrypto memberikan dukungan terhadap langkah tersebut. Menurut, Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto, Wan Iqbal, menyatakan bahwa usulan tersebut mencerminkan kemajuan pola pikir strategis dari pelaku industri terhadap peran aset kripto dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Kami melihat usulan ini sebagai refleksi dari upaya menciptakan diversifikasi portofolio negara yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Negara seperti Amerika Serikat bahkan telah mengumumkan strategi cadangan aset digital termasuk Bitcoin, sebagai langkah strategis jangka panjang,” ujar Iqbal, dikutip Asiaworldview.com, Jumat (16/5/2025).

Baca Juga: Kabar Bitcoin Masuk Cadangan Strategis yang Dikelola Danantara, Ini Tanggapan OJK

Menurutnya, jika dikelola dengan prinsip governance dan mitigasi risiko yang kuat, aset kripto seperti Bitcoin bisa menjadi bagian dari strategi diversifikasi cadangan negara, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar.

Ia menilai Indonesia bisa mencontoh dari Amerika Serikat kini tengah menyusun strategi untuk menjadikan Bitcoin dan beberapa aset kripto lainnya sebagai bagian dari cadangan digital nasional. Langkah ini bukan hanya bertujuan untuk diversifikasi aset, tetapi juga mengurangi tekanan penjualan dari institusi pemerintah dalam menghadapi kebutuhan likuiditas.

“Langkah AS ini memberikan preseden penting bahwa keterlibatan pemerintah dalam kepemilikan kripto tidak selalu berarti bentuk adopsi ekstrem, tetapi lebih pada strategi kebijakan moneter baru yang adaptif terhadap era digital,” pungkasnya.