Adaptasi Rasa Lokal, CasaLena Tetap Pertahankan Cita Rasa Autentik Amerika Latin

CasaLena tetap mempertahankan cita rasa autentik Amerika Latin.

ASIAWORLDVIEW – Makanan Amerika Latin dan Indonesia memiliki perbedaan yang cukup mencolok, baik dari bahan utama, bumbu, maupun cara penyajian. Adaptasi ini menciptakan hidangan yang kaya rasa dan berbumbu kuat, menjadikan kuliner Amerika Latin unik dan beragam.

Restoran khas Amerika Latin CasaLena menjadi salah satu destinasi unik di Jakarta. Restoran ini memberikan pengalaman kuliner Amerika Latin dengan teknik pemanggangan kayu tradisional.

CasaLena tetap mempertahankan cita rasa autentik Amerika Latin, tetapi juga telah mengadaptasi rasa agar sesuai dengan selera masyarakat Jakarta.

Bahan pokok Amerika Latin banyak menggunakan jagung sebagai bahan utama, terutama dalam bentuk tortilla, arepas, atau tamales. Untuk bahan masakan, biasanya menggunakan rempah-rempah seperti cilantro (ketumbar daun), cabai, jeruk nipis, dan bawang putih. Rasa makanan sering kali segar, asam, dan pedas.

“Budaya kuliner Amerika Latin memang sangat dipengaruhi oleh Spanyol dan Portugis, terutama dalam teknik memasak dan bahan makanan yang digunakan. Pengaruh ini berasal dari masa kolonial, ketika bangsa Eropa membawa berbagai bahan dan metode memasak ke wilayah tersebut,” Executive Chef Casalena Silverio Martinez saat menjawab pertanyaan Asiaworldview.com.

Baca Juga: Casalena Rayakan Cinco de Mayo, Sajikan Jajanan Khas Amerika Latin

Di Casalena, penggunaan rempah yang lebih seimbang. Beberapa hidangan dibuat dengan tingkat kepedasan yang lebih ringan dibandingkan versi aslinya. Selain itu, menggabungkan elemen lokal dengan teknik memasak Amerika Latin, seperti penggunaan bahan segar dari Indonesia

Makanan Amerika Latin terkenal dengan cita rasa kaya rempah dan penggunaan bahan segar seperti alpukat dan keju, yang memberikan keseimbangan antara gurih dan creamy.

“Casalena menggunakan teknik panggang kayu tradisional digunakan untuk memasak daging premium. Akhirnya, menghasilkan cita rasa khas dan tekstur yang lebih juicy. Teknik ini mempertahankan keaslian rasa dan memberikan pengalaman kuliner yang lebih autentik,” ia menambahkan.

“Meskipun tetap mempertahankan teknik panggang kayu tradisional Leña, restoran ini juga menyesuaikan rasa agar lebih diterima oleh masyarakat lokal,” pungkasnya.