ASIAWORLDVIEW – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harya telah menggarisbawahi bahwa sertifikasi halal dapat menjadi pintu gerbang bagi produk-produk Indonesia untuk memasuki pasar global. Apalagi negara-negara mayoritas Muslim.
“Sertifikat halal tidak boleh dianggap sebagai beban,” katanya di acara global Indonesia Go di Jakarta pada hari Rabu (12/3/2025).
Ia menyoroti bahwa sertifikasi halal harus digunakan sebagai peluang bagi produk makanan lokal untuk memasuki pasar global dan bersaing dengan produk dari negara lain. Ada banyak contoh produk bersertifikat halal lokal yang berhasil menembus pasar global, tambahnya.
Baca Juga: Indonesia Harus Memainkan Peran Aktif dan Strategis dalam Ekonomi Halal
Sementara itu, Kepala Sekretaris Badan Jaminan Produk Halal (BPJPH) Aqil Irham mengatakan Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menembus pasar negara-negara mayoritas Muslim, terutama dengan produk makanannya.
Irham menginformasikan bahwa saat ini, Indonesia berada di peringkat kedelapan dalam hal ekspor produk halal ke 56 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OIC).
Ini peringkat di bawah Prancis, Rusia, India, dan Cina – empat eksportir produk halal teratas.
“Pengeluaran konsumen Muslim dunia mencapai USD3 triliun, dan Indonesia hanya mendapat sebagian dari USD13,38 miliar,” katanya.
Dia menyatakan harapan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif akan mendukung upaya untuk memajukan perusahaan mikro, kecil, dan menengah (MSM) dan pemain industri kreatif sehingga mereka dapat menembus pasar global.
