ASIAWORLDVIEW – Indonesia disebut sebagai negara dengan opulasi Muslim terbesar di dunia .Saat ini, berusaha untuk menjadi kekuatan dominan dalam industri halal global, daripada hanya berfungsi sebagai tujuan pasar utama.
Friderica Widyasari Dewi, seorang komisaris di Otoritas Layanan Keuangan (OJK) menjelaskan, Indonesia harus memainkan peran yang lebih aktif dan strategis dalam membentuk ekonomi halal dan layanan yang berbasis di Syariah.
Industri halal di Indonesia diproyeksikan menyumbang Rp 11.700 triliun atau 48,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya industri halal bagi perekonomian Indonesia.
“Kita tidak boleh tertinggal, dan kita tidak boleh membiarkan Indonesia tetap menjadi pasar untuk produk-produk halal dan layanan yang berbasis di Syariah,” kata Friderica, baru-baru ini.
Baca Juga: Indonesia Tingkatkan Daya Saing Produk Halal di Australia
Konsumsi produk halal di Indonesia diperkirakan mencapai USD 330,5 miliar pada tahun 2025. Produk halal mencakup berbagai sektor seperti makanan, fashion, farmasi, kosmetik, media, dan pariwisata.
Sektor makanan dan minuman halal merupakan kontributor terbesar dalam pertumbuhan ini, dengan proyeksi peningkatan dari USD 135 miliar pada tahun 2020 menjadi USD 204 miliar pada tahun 2025. Selain itu, sektor fashion muslim juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
“Sebaliknya, kita harus memposisikan diri kita sebagai pemain global utama dan memastikan bahwa industri halal berkontribusi secara signifikan bagi bangsa, ekonomi, dan masyarakat kita,” tambahnya.
