ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada awal perdagangan hari Selasa (4/3/2025), mencerminkan penurunan di pasar global. Hal tersebut terjadi karena investor bereaksi terhadap tarif perdagangan AS yang baru.
IHSG turun 0,63 persen menjadi 6.478,6, merosot 41,03 poin. Penurunan ini mengikuti kinerja yang kuat pada hari Senin ketika indeks melonjak hampir 4% menjadi 6.519.
Sentimen pasar berubah menjadi hati-hati setelah Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi tarif impor baru yang menargetkan mitra dagang utama. AS memberlakukan tarif 25 persen untuk impor dari Kanada dan Meksiko dan pungutan 10 persen untuk barang-barang China. Beijing mengisyaratkan kemungkinan langkah-langkah pembalasan, termasuk pembatasan impor pertanian AS seperti kedelai.
Baca Juga: Trump Tariff Sulut Perang Dagang Global, Harga Mata Uang Kripto Anjlok
Penurunan IHSG ini juga dipengaruhi oleh aksi jual investor asing dan kebijakan tarif yang diumumkan oleh mantan Presiden Donald Trump. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk menunda penerapan transaksi short selling dan intraday short selling di tengah tingginya volatilitas IHSG
Pasar-pasar Asia merespons secara negatif, dengan Nikkei 225 di Tokyo merosot 1,9% menjadi 37.084,83 dan Hang Seng di Hong Kong turun 1,6% menjadi 22.666,68. Shanghai Composite turun 0,2%, sementara Taiex Taiwan kehilangan 0,9%. Kospi Korea Selatan adalah salah satu dari sedikit yang menguat, naik tipis 0,1 persen.
IHSG ditutup melemah 2,14% ke level 6.380,4. Penurunan ini dipicu oleh jatuhnya beberapa saham utama seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN).
