ASIAWORLDVIEW – Acara Media Literacy Circle yang diselenggarakan oleh UOB Indonesia dengan tajuk “Investasi via Digital: Strategi Kelas Menengah di Tengah Biaya Hidup Tinggi dan Gejolak Pasar” bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana kelas menengah dapat memanfaatkan teknologi digital untuk berinvestasi di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Acara ini juga menampilkan berbagai pakar, termasuk Chief Economist UOB Enrico Tanuwidjaja dan Head of Deposit and Wealth Management UOB Indonesia Vera Margaret, yang memberikan materi tentang strategi investasi digital dan pentingnya literasi keuangan dalam menghadapi biaya hidup tinggi dan gejolak pasar.
Dalam acara diskusi, membahas pergerakan USD atau Dolar Amerika Serikat yang terus menguat. Hal ini terjadi sejak Donald Trump kembali menjabat Presiden AS.
“Sejak Donald Trump kembali terpilih sebagai presiden, dolar AS memang mengalami penguatan yang signifikan. Kebijakan ekonomi Trump, seperti tarif impor yang tinggi dan deregulasi, bertujuan untuk mendukung manufaktur domestik dan memperkuat posisi global dolar AS,” kata Chief Economist UOB Enrico Tanuwidjaja.
Baca Juga: UOB: Tips Kelas Menengah Manfaatkan Teknologi untuk Berinvestasi saat Ekonomi Sulit
Namun, kebijakan ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi perang dagang dan dampaknya terhadap stabilitas dolar dalam jangka panjang. Meskipun demikian, dolar AS tetap kuat dan menjadi mata uang dominan dalam perdagangan internasional
Trump dikenal dengan kebijakan ekonomi yang pro-bisnis, termasuk pemotongan pajak dan deregulasi. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan menarik investasi asing, yang pada gilirannya meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.
Trump menerapkan tarif impor yang tinggi untuk melindungi industri dalam negeri. Kebijakan ini meningkatkan daya saing produk domestik dan mengurangi defisit perdagangan, yang berkontribusi pada penguatan dolar AS.
“Kebijakan moneter yang diterapkan oleh Federal Reserve (The Fed) juga berperan dalam penguatan dolar. Kenaikan suku bunga oleh The Fed membuat aset dalam dolar lebih menarik bagi investor, sehingga meningkatkan permintaan terhadap dolar,” ia menambahkan.
Kebijakan Trump yang fokus pada stabilitas ekonomi dan pengurangan regulasi memberikan kepercayaan kepada pasar dan investor, yang pada akhirnya mendukung penguatan dolar
Dalam acara ini, Wealth Management UOB Indonesia Vera Margaret menjelaskan mengenai fitur Digital Wealth oleh UOB Indonesia melalui aplikasi UOB TMRW, yang memungkinkan nasabah untuk membeli, menjual, dan mengelola produk reksa dana secara digital. Fitur ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan transparansi bagi nasabah dalam mengakses berbagai pilihan reksa dana yang sesuai dengan profil risiko.
