Bappenas Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pemotongan Anggaran

Uang rupiah.((Pexel)

ASIAWORLDVIEW – Menteri Perencanaan Pembangunan (Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan bahwa kementeriannya berkomitmen untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, meskipun ada pemotongan anggaran.

“Pendanaan anggaran non-negara untuk pembangunan penting selain anggaran negara. Karena Bappenas berkewajiban untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, bahkan dengan perubahan anggaran,” katanya.

Berbicara pada pertemuan dengan jajarannya, dikutip dari keterangan pers, Minggu (9/2/2025), Pambudy mendorong kementerian dan lembaga untuk memanfaatkan sumber pembiayaan anggaran non-negara, seperti hibah dan investasi asing.

Baca Juga: Menteri Rosan Roeslani: Penciptaan Lapangan Kerja Sangat Penting untuk Pertumbuhan Ekonomi

Selama pertemuan, ia menekankan pentingnya menindaklanjuti instruksi presiden (dalam) nomor 1 tahun 2025, yang menyangkut efisiensi anggaran dalam anggaran negara 2025.

Setelah penandatanganan Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 oleh Presiden Prabowo Subianto, ia menyatakan bahwa Bappenas harus menyesuaikan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) kementerian dan agensi untuk mengakomodasi mereka yang terkena dampak pemotongan anggaran.

Sementara itu, wakil Bappeans untuk pembiayaan pembangunan dan investasi Putut Satyaka menjelaskan bahwa tindak lanjut ini bertujuan untuk mempertahankan prioritas nasional, terutama prioritas utama Presiden Prabowo.

Beberapa program top Presiden Prabowo termasuk makanan bergizi gratis, mencapai makanan, air, dan swasembada energi, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan hilir.

Bappenas juga akan mengadakan pertemuan trilateral dengan kementerian lain, lembaga pemerintah, dan kementerian keuangan untuk membahas revisi anggaran di setiap kementerian dan agen sebelum 14 Februari 2025.