ASIAWORLDVIEW – Ekonomi Indonesia perlu keluar dari gejala inersia karena kondisi stagnasi atau kecenderungan bergerak lambat dapat menghambat potensi pertumbuhan yang lebih besar. Inersia ekonomi biasanya muncul ketika kebijakan, struktur industri, atau pola investasi tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan global maupun kebutuhan domestik.
Hal itu diungkapkan Burhanuddin Abdullah, Board of Advisors Prasasti. Ia menegaskan bahwa perekonomian Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang tidak semata bersifat siklis, melainkan struktural.
“Ekonomi Indonesia menunjukkan gejala inersia, yaitu kecenderungan untuk bertahan pada pola lama. Kita berhasil menjaga stabilitas, tetapi belum cukup kuat mendorong lompatan produktivitas. Tantangan kita bukan kurangnya pertumbuhan, melainkan bagaimana keluar dari pola yang membuat pertumbuhan sulit dipercepat,” ujar Burhanuddin dalam Prasasti Economic Forum 2026 yang dihelat di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Bank Indonesia Pastikan Ketahanan Ekonomi, Cadangan Devisa Tembus USD156,5 Miliar

Menurutnya, untuk keluar dari inersia tersebut dibutuhkan keberanian kebijakan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas koordinasi lintas sektor. Kepercayaan terhadap institusi dan konsistensi arah kebijakan menjadi fondasi penting dalam mendorong investasi, inovasi, dan keberanian mengambil risiko produktif.
Jika dibiarkan, hal ini bisa membuat daya saing menurun, produktivitas terjebak, dan inovasi tertahan. Untuk mengatasinya, diperlukan dorongan kebijakan yang progresif, reformasi struktural, serta keberanian dalam mengadopsi teknologi baru dan memperluas basis industri. Dengan keluar dari inersia, Indonesia dapat memanfaatkan momentum demografi, memperkuat ketahanan ekonomi, dan memastikan pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan.
“Fakta bahwa selama lebih dari satu dekade, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen secara konsisten. Namun, capaian tersebut sekaligus mencerminkan keterbatasan kemampuan ekonomi nasional untuk berakselerasi ke tingkat yang lebih tinggi,” ia menambahkan.
