ASIAWORLDVIEW – Distrik perkotaan tertua di Singapura, Kampong Gelam, akan kembali dengan edisi kelima dari Bazaar Ramadan yang ikonis. Bertemakan Gemilang Kampong Gelam (GKG) 2025, festival yang sangat dinanti-nantikan tahun ini akan berlangsung mulai 19 Februari hingga 25 Maret 2025, bertepatan dengan bulan suci umat Islam.
Menyusul kesuksesan luar biasa pada tahun 2024, yang dikunjungi oleh 1,1 juta pengunjung selama sebulan – hampir dua kali lipat dari tahun 2023 – perayaan tahun ini menyoroti tiga pilar yaitu warisan budaya, komunitas, dan keberlanjutan dengan serangkaian pengalaman menarik yang akan menghibur pengunjung dari segala usia.
“Gemilang Kampong Gelam lebih dari sekadar perayaan; ini adalah refleksi dari warisan kita bersama, menyatukan orang-orang dari berbagai budaya dan agama untuk menghormati sejarah dan semangat daerah yang kita cintai ini. Perayaan tahun ini menyoroti tradisi Kampong Gelam yang kaya akan tradisi sembari menatap masa depan yang lebih cerah. Kami berharap dapat menyambut warga Singapura dan pengunjung dari segala usia untuk menikmati perayaan selama sebulan penuh ini,” ujar Zaki Ma’arof, Ketua One Kampong Gelam (OKG).
Baca Juga: Kembangkan Pariwisata dan Hiburan, Saudia Catat Pertumbuhan Luar Biasa
Bazaar ini akan mempertemukan 120 mitra makanan dan minuman dan ritel, yang menampilkan perpaduan kelezatan tradisional dan kontemporer untuk menarik pengunjung dari berbagai kalangan. Tersedia juga jajanan favorit pengunjung seperti House of Lemang, Picanhas, dan Sate Ummi, serta jajanan modern seperti Smashed Burger, Al Papi, dan Flamboyan Goon. Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, bazaar ini juga mendorong pengunjung untuk membawa botol minum sendiri untuk menikmati potongan harga minuman.
Sama halnya dengan Bazaar Ramadan Kampong Gelam, Pertunjukan Cahaya Masjid Sultan juga kembali hadir dengan visual yang memukau. Tahun ini, pengunjung dapat menantikan pengalaman pendengaran 5.1 Surround Sound yang imersif dan menampilkan musik orisinil dari komposer musik terkenal asal Singapura, Sha’aban Yahya.
