ASIAWORLDVIEW – Elon Musk secara terbuka mendukung pengampunan untuk Roger Ver, yang dikenal sebagai ‘Tuhannya Bitcoin,’ setelah Presiden Donald Trump mengampuni Ross Ulbricht. Pernyataan Musk tentang X telah memicu diskusi tentang keadilan bagi pionir kripto.
Komunitas kripto menyambut perkembangan ini karena kapitalisasi pasar global naik 3,5%, mencapai USD3,6 triliun. Hal ini menyoroti bagaimana tokoh-tokoh berpengaruh membentuk kembali narasi seputar advokasi mata uang kripto dan reformasi hukum.
Elon Musk membagikan postingan di X yang menyatakan dukungannya atas kemungkinan pengampunan Roger Ver. Menanggapi diskusi yang dipimpin oleh jurnalis Ian Miles Cheong, Musk mempertanyakan apakah Presiden Donald Trump dapat memberikan pengampunan kepada Ver, mengingat preseden yang terjadi dengan pembebasan Ross Ulbricht. Pernyataan Musk memperkuat perdebatan yang sedang berlangsung tentang perlakuan adil bagi inovator kripto, yang sejalan dengan perselisihannya dengan sistem regulasi.
Baca Juga: Elon Musk Ramalkan AS Terancam Bangkrut, Utang Federal Terlalu Banyak
Postingan tersebut menghidupkan kembali minat terhadap perjuangan hukum Ver dan tantangan yang dihadapi oleh pengguna kripto awal. Menyusul keterlibatan Elon Musk, Polymarket, platform prediksi berbasis blockchain, menunjukkan kemungkinan 34% bahwa Trump akan mengampuni Ver dalam 100 hari pertamanya menjabat. Dukungan Elon Musk menggarisbawahi meningkatnya pengaruh para pemimpin teknologi dalam membentuk opini publik dan kemampuan mereka untuk menyoroti ketidakadilan dalam lanskap mata uang kripto.
Masalah Ver dimulai dengan hukuman karena menjual bahan peledak di eBay, yang kemudian ia gambarkan sebagai titik balik yang membawanya ke mata uang yang terdesentralisasi. Dia memperoleh kekayaan melalui investasi Bitcoin tetapi menghadapi tuntutan hukum atas dugaan penghindaran pajak. Departemen Kehakiman AS menuduh Ver menghindari pajak lebih dari USD50 juta yang terkait dengan kepemilikan kripto miliknya. Setelah melepaskan kewarganegaraan AS pada tahun 2014, ia menjadi pendukung vokal kesukarelaan dan kebebasan finansial.
