Melewatkan Sarapan Justru Berisiko Alami Obesitas

Sarapan sehat dengan gizi seimbang.(Adobe)

ASIAWORLDVIEW – Sarapan adalah waktu makan yang paling penting dalam sehari, membantu dalam proses penurunan berat badan. Menu seimbang dapat membantu mengatur nafsu makan, menjaga otot, dan mencegah makan berlebihan di kemudian hari. Namun, kesalahan seperti melewatkan sarapan atau memilih makanan yang salah dapat menghambat kemajuan.

Penelitian tentang sarapan dan penurunan berat badan masih simpang siur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa melewatkan sarapan justru membuat berat badan bertambah. Hal itu karena Anda merasa lebih lapar dan membakar lebih sedikit kalori, mengutip Health, Selasa (15/7/2025).

Baca Juga: Pilih Cereal dengan Serat Tinggi demi Kesehatan Pencernaan

Jika melewatkan sarapan menyebabkan Anda makan berlebihan, terutama di malam hari. Orang yangtelat makan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Bahkan, mereka mengalami metabolisme yang lebih buruk, meski mengonsumsi kalori yang sama dengan mereka yang makan lebih awal. Ketika tidak mendapat asupan pagi, tubuh menurunkan metabolisme. Akhirnya, meningkatkan hormon stres seperti kortisol, yang memicu rasa lapar berlebih.

Selain itu, gula darah turun drastis. Kadar glukosa rendah membuat kita mudah lelah dan emosional, sehingga cenderung mencari makanan tinggi kalori di malam hari.

Bahkan, mengalami gangguan ritme sirkadian. Saat melewatkan sarapan mengganggu jam biologis tubuh, yang bisa membuat kita lapar di waktu yang tidak ideal, seperti larut malam.

Sarapan yang bergizi membantu menjaga mood dan kestabilan hormon. Tanpanya, kita lebih rentan stres dan ngemil berlebihan. Akhirnya, risiko obesitas meningkat