ASIAWORLDVIEW – Bitcoin merupakan salah satu aset digital pertama di dunia. Kemunculannya, mengguncang dunia ekonomi akhirnya menciptakan sesuatu yang baru.
Putri Madarina, Contry Director Fasset Indonesia, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/1/2025), menjelaskan mengenai sejarah Bitcoin. Menurutnya, jenius pencipta Bitcoin merupakan orang “biasa”.
“Bitcoin diciptakan oleh seseorang atau sekelompok orang anonim yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto. Konsep ini diperkenalkan dalam sebuah buku putih tahun 2008 yang berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System” ia mengatakan.
Jaringan Bitcoin secara resmi diluncurkan pada tanggal 3 Januari 2009, dengan penambangan blok pertama, yang dikenal sebagai blok genesis. Blok ini berisi referensi ke berita utama dari surat kabar The Times, yang mengisyaratkan ketidakstabilan sistem perbankan tradisional.
Baca Juga: Bos Coinbase Ramalkan UU Kripto di AS segera Disahkan
Pada awalnya, Bitcoin tidak memiliki nilai sama sekali. Transaksi pertama yang tercatat adalah pada tahun 2010 ketika 10.000 Bitcoin ditukar dengan dua pizza, yang sekarang terkenal dengan nama Hari Pizza Bitcoin.
Selama bertahun-tahun, nilai Bitcoin telah mengalami fluktuasi yang dramatis. Nilai Bitcoin mencapai USD1.000 pada tahun 2013, USD19.000 pada tahun 2017, dan bahkan melampaui USD60.000 pada tahun 2021. Namun, Bitcoin juga pernah mengalami penurunan yang signifikan, seperti pada tahun 2018 ketika jatuh di bawah USD4.000.
“Jika dulu, Anda memiliki Bitcoin, berarti Anda lebih dulu memilikinya dibandingkan negara-negara lain,” ia menambahkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin telah mendapatkan penerimaan yang lebih luas, dengan institusi dan perusahaan yang berinvestasi di dalamnya. Persetujuan ETF Bitcoin dan produk keuangan lainnya semakin melegitimasi Bitcoin sebagai aset investasi.
“Dulu, saya membeli dengan harga Rp38 juta, kini harganya melonjak menjadi Rp1 miliar,” pungkasnya.
