Jumlah Penumpang Pesawat Melonjak akibat Harga Tiket Pesawat Murah

Bandara International Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.(Kemenhub)

ASIAWORLDVIEW – Operator bandara milik negara PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memfasilitasi perjalanan 9,25 juta penumpang di 37 bandara. Jumlah penumpang mengalami lonjakan saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, meningkat signifikan seiring dengan optimalisasi slot waktu penerbangan.

“InJourney Airports melayani 9,24 juta penumpang di 37 bandara selama masa liburan, atau meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 8,31 juta penumpang,” ujar Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi.

Fahmi menjelaskan peningkatan penumpang udara disebabkan program pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat. Selain itu, meningkatnya permintaan perjalanan udara pascapandemi.

Data laporan InJourney Airports periode Natal dan Tahun Baru menunjukkan bandara tersibuk selama 19 hari libur tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dengan 3,13 juta penumpang; I Gusti Ngurah Rai di Bali, 1,35 juta penumpang; Juanda di Surabaya, 768 ribu penumpang; Sultan Hasanuddin di Makassar, 532 ribu penumpang; dan Kualanamu Deli di Serdang 463 ribu penumpang.

Baca Juga: Wisatawan Asal Malaysia Dominasi Pariwisata di Indonesia

Sementara tujuan penerbangan domestik unggulan adalah Denpasar, Medan, Surabaya, Makassar, dan Palembang, sedangkan rute internasional unggulan adalah Singapura, Kuala Lumpur, Jeddah, Hong Kong, dan Doha. Selama masa liburan, InJourney Airports mengelola 66.680 penerbangan take-off dan landing, meningkat empat persen dari jangka waktu yang sama tahun lalu.

“Pada periode Natal dan Tahun Baru kali ini terdapat tambahan 2.170 penerbangan,” jelasnya.

Pihaknya melayani 1.297 rute penerbangan yang terhubung dengan 37 bandara, terdiri dari 827 rute domestik dan 470 rute internasional. Ia mengatakan, rata-rata tingkat okupansi penumpang untuk penerbangan yang berangkat dari Bandara InJourney sangat tinggi, yaitu 82 persen.

“Slot time penerbangan di bandara-bandara dan load factor pesawat cukup tinggi. Kolaborasi yang baik dalam ekosistem penerbangan, khususnya antara InJourney Airports dan maskapai penerbangan, menjamin tingginya trafik penerbangan di 37 bandara kami,” ujarnya.