ASIAWORLDVIEW – Ekonomi digital Indonesia saat ini menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Company, diprediksi akan tumbuh sekitar 20% per tahun. Pada tahun 2025, nilai Gross Merchandise Value (GMV) dari ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD146 miliar.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam orasi ilmiah bertema “Ekonomi Digital: Peluang dan Tantangan Menuju Indonesia Emas” di Sidang Terbuka Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (5/1/2025).
“Ekonomi digital Indonesia saat ini menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan transaksi digital mencapai USD 90 miliar (sekitar Rp1.458 triliun) pada 2024, terbesar di Asia Tenggara,” kata Menkomdigi Meutya Hafid.
Baca Juga: Kemkomdigi Fokus pada Transformasi Digital dan Teknologi AI
Sektor Ecommerce menjadi kontributor terbesar dalam ekonomi digital dengan diperkirakan mencapai GMV sebesar USD53 miliar pada tahun ini. Selain itu, pemerintah juga terus mempercepat transformasi digital untuk mendukung visi Indonesia Emas 20451.Ekonomi digital Indonesia saat ini menunjukkan tren positif. Hal itu ditunjukkan dengan tingginya angka transaksi digital, seiring keberhasilan transformasi digital yang terus digencarkan pemerintah guna menyokong langkah menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami berkomitmen mempercepat transformasi digital yang inklusif, memberdayakan, dan berdaulat,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur digital, pengembangan talenta digital, dan tata kelola yang adaptif untuk memperkuat ekonomi digital nasional.
