CHATNEWS – Pertumbuhan PDB Indonesia pada kuarter ketiga tahun 2024 diperkirakan sebesar 5,2% year-on-year (YoY), menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Angka pertumbuhan ini didorong oleh kinerja yang kuat di beberapa sektor utama.
Konsumsi domestik, yang merupakan bagian besar dari PDB Indonesia, tetap kuat. Indonesia mengalami peningkatan belanja konsumen, didorong oleh inflasi yang stabil dan membaiknya sentimen konsumen.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Melambat 4,95 Persen, Target Pertumbuhan Sulit Dicapai?
Industri pengolahan secara keseluruhan mengalami pertumbuhan sebesar 4,72% yoy pada periode Juli-September. Permintaan domestik dan luar negeri yang melonjak telah mendorong pertumbuhan industri pengolahan.
Sebagai contoh, industri makanan dan minuman Indonesia berekspansi 5,82% yoy karena para produsen bergegas untuk memenuhi pesanan dari pembeli lokal dan internasional.
Sektor konstruksi juga tumbuh 7,48 persen yoy pada Triwulan-III 2019 karena Indonesia sedang mengerjakan proyek ibu kota baru, menurut Amalia.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal ketiga. Konsumsi rumah tangga, yang memperhitungkan pembelian yang dilakukan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, naik 4,91 persen yoy.
- Konsumsi oleh lembaga-lembaga nirlaba yang melayani rumah tangga – yang mencakup klub olahraga dan partai politik – juga melonjak 11,69% yoy seiring dengan persiapan Indonesia untuk pemilihan kepala daerah. Sebagai referensi, masyarakat Indonesia di seluruh nusantara akan memilih gubernur berikutnya pada 27 November, dan para kandidat telah melakukan kampanye selama beberapa bulan terakhir.
