ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025-2029 berlangsung efektif. Lewat akunnya di X, Senin (30/12/2024), ia menjelaskan, kondisi tersebut dilakukan dengan penurunan persentase kemiskinan menjadi 4,5%
Mengurangi tingkat kemiskinan merupakan prioritas utama agar lebih banyak lapisan masyarakat yang merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi. Hal ini dapat dicapai dengan memperkuat program-program bantuan sosial yang tepat sasaran, serta mengembangkan sektor-sektor yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin, seperti sektor pertanian, industri kecil, dan ekonomi kreatif. Selain itu, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan juga dapat menjadi strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.
Selain itu, melakuan peningkatan Indeks Modal Manusia menjadi 0,59 Poin. Indeks Modal Manusia yang lebih tinggi berarti adanya peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, serta kesehatan masyarakat, yang pada gilirannya dapat mendukung daya saing negara.
Baca Juga: Mengulas Ekosistem Rantai Nilai Halal yang Dikemukakan Prabowo
“Untuk mencapainya, pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan di semua jenjang, serta memperkuat sistem kesehatan agar lebih inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan keterampilan kerja dan pengembangan SDM juga harus didorong dengan adanya program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ia menjelaskan.
Hal penting lainnya, pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada Tahun 2029. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius ini, strategi pembangunan harus mencakup peningkatan investasi, terutama di sektor-sektor yang memiliki potensi besar, seperti infrastruktur, teknologi, dan energi terbarukan.
“Perbaikan iklim usaha dan kemudahan berbisnis juga perlu dioptimalkan agar Indonesia lebih menarik bagi investor domestik maupun asing. Selain itu, inovasi dan digitalisasi di berbagai sektor harus didorong agar produktivitas dan efisiensi meningkat,” ia menambahkan.
