ASIAWORLDVIEW – Roberthus Y. De Deo, dari Bareskrim Polri menjelaskan dalam Indonesia Blockchain Week, menjelaskan, bursa kripto sering kali menjadi sasaran peretasan, termasuk phising. Hal itu karena mereka menyimpan kunci privat pengguna dalam jumlah besar.
Serangan phishing sering digunakan oleh penyerang untuk mendapatkan informasi sensitif dari pengguna kripto. Pengguna sering kali menjadi sasaran serangan dengan cara menipu mereka agar memberikan kunci privat atau data penting lainnya.
“Peretas sering menggunakan email phishing atau situs web palsu untuk mencuri kredensial login Anda. Berhati-hatilah dengan email yang tidak diminta yang meminta informasi sensitif atau tautan ke situs web yang tidak dikenal,” ia menjelaskan.
Selalu periksa ulang URL situs web untuk memastikan Anda berada di situs resmi, misalnya situs web bursa atau dompet yang yang telah diakui lembaga terkait. Jangan pernah mengklik tautan yang mencurigakan atau mengunduh lampiran dari sumber yang tidak dikenal.
Baca Juga: IBW 2024: OJK Prihatin Penipuan Marak Terjadi pada Cryptocurrency
Perbarui perangkat lunak, sistem operasi, dan aplikasi dompet Anda secara teratur untuk melindungi dari kerentanan yang diketahui yang dapat dieksploitasi oleh peretas. Selalu instal patch keamanan dan pembaruan dari sumber tepercaya.
Hindari mengakses dompet mata uang digital Anda atau melakukan transaksi melalui jaringan Wi-Fi public. Hal itu karena jaringan tersebut tidak aman dan dapat dieksploitasi oleh para peretas untuk mencuri informasi sensitif.
