ASIAWORLDVIEW – Perekonomian Indonesia tetap stabil di kuartal ketiga, dengan pertumbuhan tahun ke tahun sebesar 4,95%. Kondisi ini didorong oleh konsumsi rumah tangga-khususnya di kalangan masyarakat berpenghasilan tinggi-dan investasi yang didukung oleh Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sedang berjalan.
Pada kuartal keempat, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan tetap kuat, didukung oleh peningkatan belanja pemerintah menjelang akhir tahun, kepercayaan konsumen yang stabil, dan dampak positif dari pemilihan kepala daerah. Investasi diperkirakan akan terus berlanjut, didorong oleh belanja modal perusahaan dan pesanan produksi, seperti yang ditunjukkan oleh Prompt Manufacturing Index (PMI) BI.
Baca Juga: Inflasi Terkendali, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan pada Level 6%
“BI memperkuat bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang bersinergi dengan stimulus fiskal pemerintah, dengan fokus pada optimalisasi kebijakan makroprudensial dan percepatan digitalisasi transaksi pembayaran,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kantor pusat BI, Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Untuk setahun penuh, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2024 berada di kisaran 4,7%, dengan perbaikan lebih lanjut diantisipasi pada 2025.
