ASIAWORLDVIEW – World Resources Institute (WRI) Indonesia, implementasi ekonomi hijau di Indonesia dapat memberikan manfaat jangka panjang yang signifikan. Kondisi ini termasuk pertumbuhan PDB rata-rata 6,3% dari 2025 hingga 2045.
Alexandra Askandar, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri serta Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI FEB UI) menyampaikan pentingnya eksplorasi ekonomi hijau sebagai jawaban atas tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya alam dalam acara Breakfast Forum dengan tema “Mampukah Green Economy Menjadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru?”
“Ekonomi hijau dapat menciptakan sekitar 1,7 juta pekerjaan ramah lingkungan pada tahun 2045, yang setara dengan 38% tambahan angkatan kerja baru,” ia mengatakan.
Baca Juga: Kunjungi China, Ini Bentuk Kerja Sama Prabowo dan Xi Jinping
Penerapan ekonomi hijau mencakup berbagai sektor yang dapat membuka lapangan kerja baru, mendorong efisiensi penggunaan sumber daya, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Ia menyoroti bahwa pendekatan ini dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global sekaligus memenuhi komitmen untuk mengurangi emisi karbon dan dampak lingkungan.
“Seiring dengan perkembangan global yang menuntut kita untuk beradaptasi, sudah saatnya kita menggali potensi ekonomi hijau sebagai motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” ia mengatakan.
