Rusia: Kehadiran BRICS Jadi Bukti Adanya Tatanan Dunia Baru

Pemimpin dari negara-negara pendiri BRICS.(Wikipedia)

ASIAWORLDVIEW– Para pemimpin BRICS, sebuah kelompok negara berkembang yang mewakili sekitar setengah dari populasi dunia, bertemu menggelar pertemuan tingkat tinggi pada hari Selasa. Merupakan pertemuan pertama mereka sejak ekspansi besar-besaran tahun lalu.

BRICS adalah singkatan dari Brasil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan. Tahun ini, kelompok ini telah berekspansi dengan menyertakan Mesir, Ethiopia, Iran dan Uni Emirat Arab. Para anggota akan berkumpul untuk konferensi tiga hari di Kazan, sebuah kota di barat daya Rusia.

KTT ini merupakan momen penting bagi BRICS, yang melihat dirinya sebagai penyeimbang Barat. Para pemimpin dunia akan berdiri berdampingan dengan Presiden Vladimir V. Putin dari Rusia, meskipun statusnya sebagai negara paria di Barat.

Putin menggambarkan perang negaranya di Ukraina sebagai “ujung tombak untuk menghancurkan tatanan dunia yang lama dan membantu membangun tatanan dunia yang baru,” ujar Alexander Gabuev, direktur Carnegie Russia Eurasia Center di Berlin. “Dan BRIC adalah struktur yang paling kuat dan representatif dari tatanan dunia baru ini.”

Baca Juga: BRICS Berupaya Hentikan Laju Negara-Negara Barat dalam Dominasi Ekonomi Global

Namun, ada perbedaan yang mendalam di antara negara-negara anggota, dan blok ini telah berjuang untuk mengartikulasikan dan mendefinisikan tujuannya.

China adalah saingan utama AS. Rusia dan Iran, musuh AS, tunduk pada sanksi Barat yang keras dan berperang proxy dengan Barat di Ukraina dan Timur Tengah.

Bersama-sama, ketiga negara ini berharap dapat menghadirkan blok yang lebih bersatu untuk melawan Barat. Putin juga bertekad untuk menunjukkan kepada Barat bahwa ia tidak sendirian, dan memiliki sekutu-sekutu penting di pihaknya.