WCCE 2026: Indonesia Dorong Kerja Sama Global untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

ASIAWORLDVIEW – Indonesia saat ini menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus instrumen penting dalam menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar karena bertumpu pada kreativitas, inovasi, teknologi, serta kekayaan budaya lokal yang dapat diolah menjadi produk dan layanan bernilai tambah tinggi.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan, melalui penguatan subsektor seperti fesyen, kuliner, kriya, film, musik, game, dan konten digital. Pemerintah berharap ekonomi kreatif mampu mendorong peningkatan daya saing Indonesia di pasar global sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif.

“Bagi banyak negara di Global Selatan, ekonomi kreatif adalah jalur nyata menuju pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan kebanggaan atas cerita kita sendiri,” ujarnya pada pembukaan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor ekonomi kreatif juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar, sehingga menjadi salah satu strategi penting bagi negara berkembang dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Baca Juga: WCCE 2026 Dorong Ekonomi Kreatif yang Inklusif dan Berkelanjutan

Ia mengatakan bahwa penyelenggaraan konferensi oleh Indonesia mencerminkan upayanya untuk memajukan ekonomi kreatif dan mengintegrasikannya ke dalam agenda pembangunan global. Ia mengutip data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) yang menunjukkan bahwa ekspor global barang dan jasa kreatif mencapai USD1,7 triliun pada 2024. Di Indonesia, ekonomi kreatif menyumbang sekitar 7,38 persen dari produk domestik bruto dan menyerap 27,4 juta orang. Angka-angka ini menyoroti peran sektor tersebut dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja.

“Kerja sama antara pemerintah, kreator, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media sangat penting untuk membangun ekosistem yang kondusif bagi ekonomi kreatif,” tambahnya.

Ia juga menyoroti upaya Indonesia untuk mempromosikan sektor ini melalui Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan mengutip resolusi yang diadopsi pada 2019 dan 2023. Ia mengatakan delegasi Indonesia di New York sedang mengupayakan pembaruan resolusi tersebut selama sesi ke-81 UNGA, yang dijadwalkan berlangsung hingga 7 September 2027.

Ia juga berharap ekonomi kreatif tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan global, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). WCCE 2026 yang bertema “Inclusively Creative, Collective Continuity” berfokus pada empat pilar: teknologi; kecerdasan artifisial dan transformasi digital; kekayaan intelektual dan hak kreatif; serta inklusi, ekosistem kreatif, dan pemberdayaan komunitas. Keempat pilar tersebut akan menjadi fondasi dari Jakarta Vision on the Creative Economy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *