ASIAWORLDVIEW – Teh Kahuripan memanfaatkan warisan panjang pengelolaan perkebunan yang telah terbangun selama lebih dari satu abad, sekaligus mengandalkan fasilitas produksi milik sendiri untuk menjaga kualitas produknya. Dengan fondasi tersebut, perusahaan tidak hanya berfokus pada keunikan cita rasa teh yang dihasilkan, tetapi juga menekankan konsistensi mutu dan keandalan pasokan bagi konsumen.
Teh Kahuripan memperluas pilihan produknya dengan menghadirkan Teh Kahuripan Bubuk dalam kemasan pouch 250 gram. Produk ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan penyajian teh dalam volume lebih besar, khususnya bagi pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe atau HoReCa.
Teh Kahuripan sebelumnya hadir dalam kemasan kotak berisi 25 kantong teh yang ditujukan untuk konsumsi sehari-hari. Sementara itu, kemasan pouch 250 gram menawarkan penggunaan yang lebih fleksibel sebagai bahan baku minuman teh untuk kebutuhan penyajian dalam jumlah besar.
“Kehadiran Teh Kahuripan bubuk kemasan pouch 250 gram ini merupakan langkah kami untuk memperluas pilihan Teh Kahuripan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan pelaku usaha, ujar Irpan Irawan, Sales Manager.
Baca Juga: Teh untuk Kesehatan Hati: Manfaat, Risiko, dan Cara Konsumsi Sehat
Pengalaman lebih dari satu abad dalam pengelolaan perkebunan dan pabrik teh menjadi bagian dari proses produksi Teh Kahuripan. Pada 2016, Lonsum melalui kebun Kertasarie mengembangkan produk teh olahan dengan merek Teh Kahuripan.
Perkebunan Kertasarie berada di dataran tinggi Pangalengan dengan ketinggian sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut. Teh Kahuripan juga didukung oleh pengalaman pengelolaan kebun dan pabrik selama lebih dari 100 tahun serta pengelolaan kebun dan fasilitas produksi sendiri.
“Kami melihat peluang penggunaan teh dalam volume besar, khususnya di sektor HoReCa dan B2B, yang membutuhkan produk dengan kualitas yang dapat diandalkan sekaligus efisien untuk kebutuhan operasional,” ia menambahkan.
Teh Kahuripan berasal dari Kertasarie Estate di Pangalengan, Jawa Barat. Perkebunan Teh Kertasarie telah dikelola sejak 1908 dan memiliki luas sekitar 600 hektare. Pengelolaan perkebunan tersebut dilakukan oleh PT PP London Sumatra Indonesia atau Lonsum yang telah mengelola perkebunan sejak 1906.
Teh Kahuripan kemudian hadir dalam tiga varian teh celup, yaitu teh hitam celup original, teh hitam celup vanila, dan teh hijau celup melati. Ketiga varian tersebut juga tersedia dalam Teh Kahuripan Bubuk kemasan pouch 250 gram.
Pendekatan ini menjadikan Teh Kahuripan mampu menghadirkan produk yang stabil, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan pasar, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai produsen teh yang berkomitmen pada kualitas dari hulu hingga hilir.
