ASIAWORLDVIEW – Jika Anda seorang penikmat teh, penelitian menunjukkan kebiasaan tersebut ternyata turut mendukung kesehatan hati Anda. Manfaat potensial ini kemungkinan besar disebabkan oleh kandungan antioksidan dan polifenol yang tinggi dalam teh. Senyawa-senyawa ini mungkin membantu melindungi sel-sel hati dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan proses metabolisme normal tubuh.
Sebagian besar penelitian mengenai efek teh terhadap hati berfokus pada teh hijau, teh hitam, dan beberapa jenis teh herbal. Hal ini karena teh-teh tersebut mengandung antioksidan dalam kadar yang tinggi, mengutip Health, Jumat (11/9/2026). Antioksidan terdapat dalam banyak makanan nabati, dan senyawa ini membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan serta proses metabolisme normal tubuh.
Baca Juga: Da Hong Pao, Teh Oolong Legendaris yang Jadi Tren Kekinian
Sebuah studi tahun 2024 mengamati kebiasaan minum teh lebih dari 20.000 orang. Studi tersebut menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak teh, terutama teh hitam, memiliki risiko lebih rendah untuk menderita penyakit hati berlemak, suatu kondisi di mana lemak berlebih menumpuk di hati.
Perlu digaris bawahi, sebagian besar penelitian mengamati kebiasaan konsumsi teh dan kemungkinan dampaknya terhadap kesehatan hati, bukan secara langsung menguji apakah minum sejumlah cangkir tertentu per hari memengaruhi kesehatan hati.
Pola Makan dan Gaya Hidup Paling Penting

Minum teh dapat memberikan senyawa yang bermanfaat. Namun, pola makan Anda secara keseluruhan dapat memiliki dampak yang lebih besar terhadap hati dan kesehatan Anda secara keseluruhan.
Menjaga berat badan yang sehat bagi Anda dan mengikuti pola makan yang terdiri dari makanan utuh, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak, dapat menyediakan nutrisi yang mendukung kesehatan hati. Namun, beberapa kondisi hati mungkin memerlukan perubahan pola makan tertentu.3
Selain pola makan, aktivitas fisik dan membatasi konsumsi alkohol juga dapat berdampak positif terhadap kesehatan hati.3
Banyak orang tanpa kondisi kesehatan kronis dapat minum teh dalam jumlah sedang. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Beberapa jenis teh, seperti teh hijau dan teh hitam, secara alami mengandung kafein. Bagi sebagian orang, mengonsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan gejala seperti kegelisahan, gelisah, sakit kepala, dan kesulitan tidur.
Selain itu, beberapa produk teh diberi pemanis berupa gula. Konsumsi gula tambahan yang berlebihan, terutama dari minuman manis, dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit hati berlemak. Memilih teh tanpa pemanis mungkin merupakan pilihan yang lebih baik untuk kesehatan hati.4
Hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih dan mengonsumsi teh untuk kesehatan hati:

Berhati-hatilah dengan campuran teh herbal. Teh herbal dapat mengandung campuran berbagai tanaman dan bahan. Beberapa produk herbal mungkin berinteraksi dengan obat-obatan. Periksa daftar bahan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika Anda sedang mengonsumsi obat atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Pilih teh tanpa pemanis. Periksa label nutrisi sebelum membeli teh siap minum atau teh es, karena beberapa di antaranya mungkin mengandung gula tambahan. Memilih teh tanpa pemanis dapat membantu mengurangi asupan gula tambahan secara keseluruhan.
Perhatikan kandungan kafeinnya. Teh hijau dan teh hitam secara alami mengandung kafein, meskipun jumlahnya bisa bervariasi. Secangkir teh hijau biasanya mengandung kafein jauh lebih sedikit daripada secangkir kopi.6 Jika Anda sensitif terhadap kafein, pertimbangkan untuk memilih opsi bebas kafein atau batasi asupannya.
Simpan teh dengan benar. Simpan teh dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk, gelap, dan kering. Hal ini dapat membantu menjaga rasa, aroma, dan senyawa bermanfaatnya.
