ASIAWORLDVIEW – Pemerintah masih melakukan perhitungan terkait potensi kenaikan konsumsi Pertalite yang diproyeksikan melampaui kuota penyaluran dalam APBN 2026. Hal ini menjadi perhatian serius karena lonjakan konsumsi Pertalite berpotensi menimbulkan beban subsidi tambahan di luar alokasi yang telah ditetapkan negara.
“Jika realisasi penyaluran melebihi kuota, maka pemerintah harus menanggung konsekuensi fiskal berupa peningkatan belanja subsidi energi, yang dapat mengurangi ruang fiskal untuk sektor produktif lain seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” sebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Senin (31/8/2026).
Situasi ini mencerminkan adanya tekanan terhadap postur APBN sekaligus menimbulkan dilema kebijakan, menjaga daya beli masyarakat dengan harga BBM yang terjangkau, atau menjaga keberlanjutan fiskal dengan mengendalikan subsidi agar tidak membengkak. Pemerintah kini berada dalam posisi harus menyeimbangkan kepentingan jangka pendek berupa stabilitas harga dengan kepentingan jangka panjang berupa ketahanan fiskal dan kredibilitas kebijakan energi.
“Kami tetap menghitung potensi kelebihannya berapa,” ia menambahkan.
Baca Juga: Rencana Pembatasan BBM Subsidi, Hemat 10% Anggaran Energi
Peralihan konsumen dari pertamax yang merupakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke pertalite yang merupakan BBM bersubsidi sejak kenaikan harga pertamax pada 10 Juni 2026 lalu. Harga pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni, sebelum turun menjadi Rp15.950 per liter pada 1 Agustus 2026. Peralihan konsumen tersebutlah yang saat ini masih dihitung oleh Bahlil.
“Pemerintah komitmen untuk menjaga harga pertalite tetap di angka Rp10 ribu per liter hingga akhir tahun 2026,” jelasnya.
Harga minyak atau harga BBM subsidi itu tidak akan naik sampai dengan Desember 2026, Sedangkan, untuk harga BBM nonsubsidi, Bahlil menyampaikan tetap akan mengikuti harga pasar dunia.
“Saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi itu tidak akan kami naikkan sampai dengan Desember 2026, sambil kita melihat perkembangan global,” pungkasnya.

