ASIAWORLDVIEW – Menjaga kesehatan saluran cerna anak bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Karena sekitar 70% sel imun tubuh berada di usus. Ini berarti, ketika saluran pencernaan anak sehat, maka benteng pertahanan tubuhnya terhadap berbagai penyakit, mulai dari infeksi ringan hingga gangguan kronis—berada dalam kondisi siaga penuh.
“Konsep yang dikenal sebagai gut-immune axis ini menunjukkan bahwa usus dan sistem imun memiliki hubungan yang sangat erat, bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” dokter spesialis anak, dr. Melia Yunita, MSc, Sp.A menjelaskan.
Keseimbangan mikrobiota usus, yaitu populasi bakteri baik yang hidup di dalam usus, menjadi faktor utama dalam menjaga keutuhan sistem imun anak. Jika mikrobiota ini terganggu, misalnya karena pola makan yang buruk atau konsumsi antibiotik berlebihan, maka pertahanan tubuh anak akan menurun.
“Kondisi itu membuatnya lebih rentan terhadap infeksi, diare, dan berbagai gangguan pencernaan fungsional,” ia menambahkan.
Ia menjelaskan bahwa kuncinya ada pada tiga pilar utama, makanan bergizi seimbang, asupan serat yang cukup, dan dukungan probiotik yang tepat. Pola makan bergizi bukan hanya tentang mengenyangkan perut, melainkan tentang menyediakan bahan bakar yang tepat bagi mikroba baik di usus untuk berkembang biak.
Baca Juga: Tips Menjaga Pola Makan Sehat Anak di Tengah Gempuran Fast Food
“Pastikan piring makan anak selalu berisi kombinasi protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari berbagai sumber. Sayuran dan buah-buahan kaya serat alami berperan sebagai makanan bagi bakteri baik, sekaligus membantu melancarkan proses pencernaan dan mencegah konstipasi,” ia menjelaskan.
Biji-bijian utuh, tambahnya, seperti oatmeal dan beras merah juga menjadi sumber serat yang sangat baik. Jangan lupakan pentingnya hidrasi, air putih yang cukup membantu metabolisme dan mencegah feses menjadi keras, sehingga anak terhindar dari sembelit yang menyakitkan.
Salah satu poin yang paling ditekankan oleh dr. Melia adalah pentingnya memilih probiotik yang tepat. Tidak semua probiotik diciptakan sama. Orang tua perlu memilih strain probiotik yang telah terbukti secara klinis efektif dalam mendukung keseimbangan mikrobiota usus anak.
“Probiotik adalah bakteri baik yang dapat membantu memulihkan dan menjaga keseimbangan flora usus, terutama setelah anak mengalami diare atau mengonsumsi antibiotik. Namun, penting untuk tidak sembarangan memberikan suplemen probiotik tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Selain dari suplemen, probiotik juga bisa didapatkan dari makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, atau tempe, yang merupakan sumber makanan tradisional Indonesia yang kaya akan bakteri baik,” tegasnya.
Kebiasaan hidup sehat juga memegang peran penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna anak. Biasakan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, karena kebersihan adalah pertahanan pertama melawan kuman penyebab infeksi saluran pencernaan.
Ajarkan anak untuk makan secara teratur, tidak terburu-buru, dan mengunyah makanan dengan baik agar proses pencernaan di mulut sudah berjalan optimal. Batasi konsumsi makanan olahan dan tinggi gula, karena makanan semacam ini dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus dan memicu peradangan.
