Debu dan Polusi Saat Cuaca Panas, Ancaman Tersembunyi bagi Saluran Pernapasan

Ilustrasi anak tengah mengalami sakit flu.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Debu dan polutan udara yang terhirup ke dalam saluran pernapasan dapat menimbulkan iritasi serius. Hal itu karena partikel-partikel halus tersebut mampu menempel pada dinding bronkus dan alveolus. Ketika jumlahnya berlebihan, tubuh merespons dengan meningkatkan produksi lendir dan memicu peradangan, sehingga timbul gejala seperti batuk, sesak napas, atau rasa terbakar di tenggorokan.

“Iritasi tersebut dari debu, akan menurunkan daya tahan saluran nafas, menyebabkan inflamasi, sehingga mudah terkena ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas,” kata Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked, mengutip Antara, Senin (17/8/2026).

Paparan jangka panjang terhadap polusi udara juga dapat memperburuk kondisi kronis seperti asma atau bronkitis, bahkan meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Selain itu, partikel debu yang mengandung zat kimia berbahaya atau logam berat dapat masuk ke aliran darah melalui paru-paru, menimbulkan efek sistemik pada organ lain.

Pencegahan merupakan strategi paling efektif untuk melindungi kesehatan paru dari ancaman kombinasi polusi udara dan rokok. Jangan menambah polusi dengan membakar sampah, membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara buruk.

Baca Juga: Merawat dan Merias Wajah di Tengah Terik dan Lembapnya Cuaca Tropis Indonesia

Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok juga krusial sebab polusi udara dan rokok memiliki efek sinergis yang memperburuk kerusakan paru, jantung, dan pembuluh darah. Upaya pencegahan yang konsisten. tidak hanya menurunkan angka kesakitan dan kematian, tetapi juga menjaga kualitas hidup masyarakat agar tetap sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Ia juga menyarankan untuk menerapkan pola hidup sehatt, dengan akumulasi nutrisi seimbang. Konsumsi makanan kaya vitamin C dan E seperti guava, jeruk, pepaya, brokoli, dan kacang-kacangan membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas. Pada masa polusi ekstrem, suplemen vitamin dan antioksidan bisa menjadi pelengkap, tetapi tetap harus berbasis pola makan seimbang.

“Asupan protein dari telur, ikan, dan produk kedelai juga penting untuk membentuk sel-sel imun baru,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *