ASIAWORLDVIEW – Meta sempat mengambil langkah strategis yang mengubah lanskap ekonomi kreatif digital dan aset digital. Perusahaan teknologi Amerika Serikat ini mengumumkan bahwa Instagram akan segera memungkinkan kreatornya untuk membuat (mint), memamerkan, dan menjual NFT (non-fungible token) langsung di platform.
Pengumuman yang disampaikan dalam ajang Creator Week 2022 ini bukan sekadar fitur baru, melainkan sinyal bahwa Meta serius mengintegrasikan ekonomi Web3 ke dalam ekosistem sosial media terbesarnya, sekaligus membuka aliran pendapatan baru bagi kreator di tengah persaingan ketat dengan TikTok dan YouTube. Dengan menyediakan “end-to-end toolkit” untuk menciptakan, memamerkan, dan menjual koleksi digital, Instagram bertransformasi dari sekadar panggung pamer menjadi pasar NFT yang sesungguhnya.
Meta memilih Polygon sebagai mitra awal untuk infrastruktur pencetakan dan penjualan NFT. Keputusan ini tidaklah kebetulan. Polygon menawarkan kecepatan transaksi hingga 7.000 transaksi per detik, biaya yang sangat rendah (seringkali di bawah satu sen), serta jejak karbon yang netral.
Bahkan berencana menjadi negatif karbon, menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi berskala miliaran pengguna. Langkah Meta ini semakin memperkuat posisi Polygon yang sepanjang 2022 telah menjalin kemitraan dengan raksasa seperti Disney dan Coca-Cola. Polygon sendiri menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk “membawa satu miliar pengguna berikutnya ke Web3”.
Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi di Zona Merah, Gagal Pertahankan Level USD66.000
Di sisi lain, untuk penyimpanan data NFT, Meta mengintegrasikan protokol penyimpanan terdesentralisasi Arweave. Arweave menawarkan konsep “data permanen”—setelah disimpan, data tidak akan pernah hilang, serta kapasitas yang hampir tidak terbatas, anonimitas, dan ketahanan terhadap sensor. Ini adalah langkah penting karena memastikan bahwa koleksi digital yang dibuat kreator di Instagram memiliki tempat penyimpanan yang abadi dan terdesentralisasi, bukan sekadar bergantung pada server Meta. Sebagai tambahan, Meta juga memperluas dukungan ke blockchain Solana dan dompet Phantom, serta memungkinkan tampilan NFT dalam format video.
Kabar ini disambut dengan antusiasme luar biasa di pasar kripto, menunjukkan bagaimana keputusan strategis perusahaan teknologi raksasa dapat menjadi katalis harga. MATIC, token asli Polygon, melonjak lebih dari 14% dalam 24 jam setelah pengumuman. Sementara itu, AR, token Arweave, mengalami kenaikan yang lebih spektakuler lagi—melonjak hingga 56% hingga 60%. Ini adalah bukti nyata bahwa adopsi teknologi blockchain oleh platform arus utama memiliki efek domino yang signifikan terhadap valuasi aset kripto terkait.
Meta mengambil pendekatan yang menarik: tidak akan memungut biaya untuk membuat atau menjual NFT hingga 2024. Bahkan, biaya gas blockchain akan ditanggung oleh Meta pada tahap awal peluncuran. Namun, ada dua lapis biaya yang tetap berlaku: pertama, komisi 30% dari Apple untuk setiap transaksi dalam aplikasi (in-app purchase) masih harus dibayar—sebuah angka yang jauh lebih tinggi dari rata-rata 2,5% yang biasa dipungut pasar NFT seperti OpenSea.
Kreator dapat menetapkan komisi royalti untuk penjualan kembali karya mereka, berkisar antara 5% hingga 25%. Selain itu, pengguna Instagram kemungkinan tidak akan dapat membeli NFT dengan mata uang kripto langsung dari aplikasi, karena Apple dan Google hanya mendukung pembelian dalam aplikasi dengan mata uang fiat.
