Rupiah Tinggalkan Level Psikologis Rp18.000 di Awal Pekan

Rupiah

ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD, Senin (3/8/2026), menunjukkan pergerakan yang didominasi penguatan di awal perdagangan. Namun terdapat variasi data dari berbagai platform.

Di pasar spot, rupiah dilaporkan menguat ke posisi Rp17.983 hingga Rp18.013 per dolar AS. Secara lebih spesifik, Bloomberg mencatat dolar AS melemah 0,23% ke level Rp17.980, sementara sumber lain mencatat penguatan yang lebih tajam, dengan rupiah terapresiasi 39 poin atau 0,22% ke Rp17.983, atau bahkan 37 poin ke Rp17.985.

Meski begitu, ada juga laporan yang menyebutkan rupiah sempat melemah tipis 0,05% ke Rp18.031 di waktu yang hampir bersamaan. Secara keseluruhan, mayoritas data mengonfirmasi bahwa rupiah berhasil meninggalkan level psikologis Rp18.000 di awal pekan.

Baca Juga: Rekor Baru, Patokan Ekspor Kakao Tembus USD5.064 per Ton

Penguatan rupiah pada hari ini terutama didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan bersedia melakukan negosiasi baru. Keputusan ini memicu penurunan harga minyak dunia—minyak mentah Brent sempat merosot hingga 7,3%—sekaligus mendorong penguatan mata uang Asia secara luas.

Selain itu, pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun 0,22% ke posisi 99,697 turut menjadi katalis positif bagi rupiah. Pelemahan dolar ini dipicu oleh serangkaian data ekonomi AS yang berada di bawah ekspektasi, sehingga meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Para analis memperingatkan bahwa penguatan rupiah berpotensi terbatas. Pelaku pasar masih mencermati sejumlah agenda rilis data ekonomi domestik yang padat, seperti neraca perdagangan (yang diperkirakan defisit), inflasi, PMI manufaktur, hingga cadangan devisa. Faktor lain yang menjadi perhatian adalah proses suksesi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) yang masih belum pasti.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih berpotensi turun mendekati area Rp18.250 hingga Rp18.300 sepanjang pekan ini. Dengan demikian, meskipun hari ini dibuka hijau, volatilitas rupiah diperkirakan masih akan tinggi seiring dengan padatnya agenda data ekonomi dan ketidakpastian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *