ASIAWORLDVIEW – Bagi para pelancong masa kini, menjelajahi tradisi kuliner lokal bukan lagi sekadar pelengkap perjalanan, melainkan telah bertransformasi menjadi jantung dan tujuan utama dari petualangan. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah pergeseran budaya yang mendalam, di mana generasi wisatawan baru haus akan keaslian dan koneksi emosional dengan destinasi yang mereka kunjungi.
Data terbaru dari Airbnb membuktikan gelombang perubahan ini, menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat terhadap Airbnb Experiences bertema kuliner di seluruh Indonesia. Wisatawan domestik maupun mancanegara kini tidak lagi puas hanya dengan berfoto di tempat ikonik; mereka justru mencari pengalaman berbasis makanan yang memungkinkan mereka menyelami budaya lokal secara lebih autentik, merasakan denyut nadi suatu tempat melalui rasa, aroma, dan cerita di balik setiap hidangan yang disajikan.
“”Wisatawan saat ini semakin terdorong untuk mencari pengalaman yang membantu mereka terhubung lebih dalam dengan destinasi yang mereka kunjungi, dan kuliner telah menjadi salah satu cara paling bermakna untuk mewujudkannya. Mulai dari berbelanja di pasar sekitar, mempelajari resep keluarga, hingga memasak bersama di Airbnb. Momen-momen seperti ini menciptakan kenangan yang tak terlupakan sekaligus mendukung masyarakat lokal,” kata Amanpreet Bajaj, Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara & India, seperti dikutip Asia World View, Minggu (2/8/2026).
Baca Juga: Kemenpar Dorong Open Trip Murah dan Fleksibel untuk Tingkatkan Pariwisata Lokal
Sejak pertama kali diluncurkan, kategori Food & Drink telah menjelma menjadi primadona, menempati posisi ketiga sebagai kategori Airbnb Experiences terpopuler di Indonesia setelah Nature & Outdoors serta History & Culture. Menariknya, lebih dari 90% seluruh pemesanan pengalaman kuliner di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Dewata, Bali, yang telah lama dikenal sebagai episentrum wisata budaya dan kuliner Nusantara.
Antusiasme ini tercermin dari ulasan-ulasan antusias para tamu, di mana pengalaman kuliner di Indonesia meraih rata-rata penilaian fantastis sebesar 4,94 dari skala 5, dengan kata-kata seperti “autentik”, “tradisional”, “interaktif”, “lokal”, dan “kekeluargaan” menjadi benang merah yang menghubungkan setiap cerita mereka. Ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya mencari makanan enak, tetapi juga merindukan interaksi manusiawi, proses belajar, dan kehangatan budaya yang hanya bisa didapatkan dengan duduk bersama warga lokal di meja makan mereka.
Minat mendalam terhadap kuliner lokal bahkan merambat hingga ke pilihan akomodasi, di mana para wisatawan semakin cerdas dalam merencanakan perjalanan mereka. Pencarian penginapan Airbnb di Indonesia yang dilengkapi fasilitas dapur melonjak lebih dari 20% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan bahwa semakin banyak tamu ingin membawa pulang esensi perjalanan mereka—bukan hanya dalam bentuk oleh-oleh, tetapi juga dalam bentuk keterampilan memasak dan kenangan rasa. Mereka ingin hadir kembali di dapur masing-masing sambil memasak hidangan yang telah mereka pelajari, mengulang momen kebersamaan yang mereka temukan di Bali, Yogyakarta, atau destinasi lainnya.
