ASIAWORLDVIEW – Minuman kolagen menjadi viral di media sosial karena mampu menyatukan tren kecantikan, kesehatan, dan gaya hidup modern dalam satu produk yang praktis sekaligus menarik secara visual. Warna pink pastel, kemasan elegan, serta tampilan segar dengan buah-buahan membuatnya sangat fotogenik dan mudah diabadikan di Instagram maupun TikTok. Popularitasnya juga didorong oleh klaim manfaat kecantikan seperti kulit lebih elastis, efek glowing, dan anti-aging yang banyak dipromosikan oleh influencer serta brand kecantikan.
Selain itu, tren self-care dan wellness mendorong generasi muda untuk mencari cara sederhana menjaga kulit dan tubuh dari dalam, sehingga minuman kolagen dianggap sebagai bagian dari rutinitas sehat sehari-hari. Inovasi rasa dan format—mulai dari minuman, jelly, hingga kopi dengan varian matcha, red velvet, atau buah segar—menambah daya tariknya.
Minuman kolagen aman dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Apalagi jika produk tersebut berasal dari sumber yang terpercaya dan dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan, mengutip Health, Sabtu (8/8/2026).
Kolagen adalah protein alami yang sebenarnya sudah ada di dalam tubuh manusia. Alhasil suplemen kolagen, yang biasanya hadir dalam bentuk peptida kolagen terhidrolisis—cukup mudah diserap dan jarang menimbulkan efek samping yang berarti.
Baca Juga: Rahasia Anti-Penuaan, Minuman Kolagen untuk Kecantikan dan Kesehatan?
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Perhatikan kualitas produk: pastikan kolagen berasal dari bahan baku berkualitas, seperti kolagen sapi (bovine), ikan (marine), atau unggas (poultry), dan memiliki sertifikasi keamanan pangan seperti izin BPOM.
Selain itu, perhatikan dosis konsumsi. Umumnya, asupan 2 hingga 10 gram kolagen per hari sudah cukup untuk mendukung kesehatan kulit, rambut, dan sendi tanpa menimbulkan efek berlebihan.
Beberapa orang mungkin mengalami efek samping ringan seperti gangguan pencernaan atau reaksi alergi. Apalagi jika sensitif terhadap bahan tertentu yang digunakan dalam produk.
Terakhir, bagi ibu hamil, ibu menyusui, atau penderita penyakit kronis tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai konsumsi kolagen. Ini dapat menjadi pelengkap gaya hidup sehat yang aman dan bermanfaat, terutama bila dikombinasikan dengan pola makan bergizi, hidrasi yang cukup, dan perawatan kulit yang konsisten.

