ASIAWORLDVIEW – Jakarta yang biasanya identik dengan deru kendaraan dan gedung pencakar langit, tiba-tiba mereda di satu sudut ikoniknya, Hutan Kota by Plataran di Gelora Bung Karno, Jakarta. Taman kota plus yang bukan hanya hijau, tapi juga “bernyawa”, dalam gelaran Plataran Travaganza 2026.
CEO Plataran Yozua Makes, menyulap kawasan mega sport ini menjadi sesuatu yang tak terduga. Bertajuk BRI Wellness Experience, kawasan GBK bermetamorfosis menjadi Jakarta’s First and Largest Immersive Garden Experience, sebuah pernyataan berani bahwa ruang publik bisa menjadi pelukan hangat bagi manusia, budaya, dan alam dalam satu tarikan napas.
“Konsep immersive garden yang dihadirkan bukanlah sekadar pameran tanaman hias. Ini adalah sebuah ekosistem pengalaman multisensori yang dirancang untuk menciptakan dialog intim antara tubuh dan lingkungan,” ia mengatakan dalam konferensi pers, Kamis (16/7/2026).
Di sini, wellness hadir dalam sesi yoga pagi di atas rumput, meditasi dipandu di bawah kanopi pohon. Bahkan lokakarya kesehatan yang mengajak kita menyelami keseimbangan pikiran dan raga.
Baca Juga: Buah Potong Kini Jadi Camilan Favorit Saat Nonton Piala Dunia 2026

“Pengunjung diajak untuk tidak hanya menatap keindahan, tetapi berinteraksi dengannya—menyentuh tekstur bunga, mendengar alunan musik kontemporer yang mengalun halus di sela-sela pepohonan, dan menikmati hidangan kuliner sehat yang disajikan dengan sentuhan seni,” ia menambahkan.
Semua ini menjadi pengingat halus bahwa gaya hidup sehat kini bukan lagi pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari denyut nadi urban culture Jakarta yang sedang bertransformasi. Namun, yang membuat perjalanan ini semakin kaya adalah semangat kolaborasi lintas budaya yang mengalir deras di setiap sudut acara.
Di satu sisi, ada gemerincing gamelan dan gerak tari tradisional yang membawa kita pulang ke akar Nusantara; di sisi lain, alunan jazz dan musik elektronik modern menjembatani masa kini, menciptakan harmoni yang mencerminkan filosofi Plataran itu sendiri: merayakan kekayaan lokal dengan tangan terbuka menyambut inspirasi global.
Pertunjukan seni bergantian dengan sesi kuliner, di mana setiap suapan hidangan berkisah tentang rempah dan rasa dari berbagai penjuru Indonesia, disajikan dengan cara yang segar dan artistik.
“Di tengah kesibukan metropolitan, kita berhak atas ruang yang menyembuhkan, taman yang menginspirasi, dan pengalaman yang menghubungkan kita kembali pada diri sendiri,” pungkasnya.
