Program Sejak 1956, Indonesia Diharapkan Jadi Tujuan Pertukaran Pelajar Global

ASIAWORLDVIEW – Sinta Kaniawati, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Bina Antarbudaya, memandang program pertukaran pelajar sebagai fondasi untuk mencetak pemimpin masa depan yang berwawasan global. Baginya, ini bukan sekadar perjalanan akademis, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang mampu memahami perbedaan, beradaptasi lintas budaya, dan menjadi warga dunia yang aktif.

“Program ini dirancang untuk membentuk karakter dan kepemimpinan, bukan sekadar memindahkan siswa dari satu sekolah ke sekolah lain. Proses seleksinya yang ketat, dengan ribuan pendaftar setiap tahunnya, memastikan bahwa para peserta adalah individu berkualitas yang siap menghadapi tantangan global,” ia mengatakan kepada Asia World View, Selasa (4/8/2026).

Sinta menekankan bahwa pengalaman ini membentuk karakter kuat pada peserta, mulai dari toleransi hingga kemampuan kolaborasi. Program ini juga memberikan pemahaman antarbudaya yang sangat penting untuk mewujudkan perdamaian dunia.

Baca Juga: Pertukaran Budaya Bina Antarbangsa: Siswi Swiss Rasakan Kehidupan di Tanah Pasundan

“Para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang membagikan wawasan global mereka kepada masyarakat sekitar setelah kembali ke negara asalnya, setelah menikmati kehidupan yang unik di Indonesia,” ia menambahkan.

Meskipun memiliki sejarah panjang dalam menerima pelajar internasional sejak tahun 1956, Indonesia belum sepenuhnya menjadi tujuan utama untuk program pertukaran pelajar jangka panjang seperti 10 bulan. Tantangan terbesar, tambahnya, kurangnya jumlah keluarga yang siap menjadi tuan rumah (host family).

“Menjadi host family bukan hanya soal menyediakan tempat tinggal, tetapi juga komitmen untuk mendampingi, membimbing, dan membuka ruang bagi pengalaman lintas budaya. Ini adalah investasi waktu dan emosi yang membutuhkan kesiapan besar,” jelasnya.

Ia berharap semakin banyak keluarga Indonesia yang bersedia membuka pintu rumah mereka. Dengan memperkuat jaringan organisasi seperti Bina Antarbudaya, Indonesia dapat berkembang menjadi destinasi pertukaran pelajar yang lebih besar dan berpengaruh di kawasan.

“Investasi dalam program pertukaran pelajar adalah investasi untuk masa depan. Ini bukan hanya tentang memberikan pengalaman kepada siswa asing, tetapi juga tentang memperkaya masyarakat Indonesia dengan perspektif global dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *