ASIAWORLDVIEW – Power bank telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan modern—menjaga ponsel, tetap hidup selama transit yang melelahkan dan penerbangan lintas negara yang panjang. Namun, seiring dengan meningkatnya kapasitas baterai, regulasi keselamatan pun semakin ketat.
Pada tahun 2026, International Civil Aviation Organization (ICAO) dan otoritas penerbangan global telah memperketat aturan terhadap baterai lithium-ion lebih keras dari sebelumnya. Era memasukkan power bank besar tanpa merek ke dalam koper sudah berakhir.
Tidak ada power bank yang diizinkan masuk ke bagasi tercatat. Jika Anda memasukkan power bank ke dalam koper yang akan dicatat, benda tersebut akan dikeluarkan, dan bagasi Anda mungkin tertunda. Aturan ini bukan tanpa alasan—baterai lithium-ion yang mengalami kerusakan di ruang kargo yang tidak bertekanan dan tidak diawasi dapat memicu kebakaran yang sulit dipadamkan.
Angka ajaibnya adalah 100Wh: baterai di bawah 100Wh (sekitar 26.800 mAh) diizinkan secara default. Ini adalah ambang batas yang telah menjadi standar global selama bertahun-tahun, tetapi pada 2026 penegakannya jauh lebih ketat.
Baca Juga: Moto G47 Power Debut dengan Baterai Terbesar di Kelasnya, Berikut Spesifikasinya
Batas dua unit. Baseline ICAO 2026 membatasi penumpang untuk membawa maksimal dua power bank secara total. Jika Anda terbiasa membawa tiga atau empat power bank untuk berbagai perangkat, sekarang saatnya memilih yang paling penting.
Jangan mencolokkan ke pesawat. Anda dilarang keras mengisi daya power bank menggunakan stopkontak di kursi pesawat. Mengisi daya ponsel dari pesawat diperbolehkan, tetapi mengisi daya baterai power bank dari pesawat adalah risiko kebakaran yang tidak dapat ditoleransi. Aturan-aturan ini mungkin terasa ketat, tetapi semuanya dirancang untuk keselamatan bersama—termasuk keselamatan Anda sendiri.
Mengapa Aturan Ini Semakin Ketat?

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak Anda adalah: mengapa aturan ini semakin diperketat pada 2026? Jawabannya terletak pada serangkaian insiden yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Baterai lithium-ion, meskipun sangat efisien dalam menyimpan energi, memiliki risiko thermal runaway—kondisi di mana baterai mengalami pemanasan yang tidak terkendali dan dapat memicu kebakaran atau bahkan ledakan.
Di dalam kabin pesawat, di mana ruang terbatas dan akses ke pemadam kebakaran mungkin tidak memadai, risiko ini menjadi sangat serius. Power bank yang tidak bermerek atau berkualitas rendah, yang sering kali menggunakan sel baterai tanpa sertifikasi, memiliki risiko yang jauh lebih tinggi.
ICAO dan otoritas penerbangan global memilih untuk mengambil pendekatan yang lebih konservatif: membatasi kapasitas, membatasi jumlah, dan melarang pengisian daya di pesawat. Bagi penumpang, aturan ini mungkin terasa merepotkan, tetapi mengingat potensi konsekuensinya, kepatuhan adalah pilihan yang paling bijak.
Meskipun ICAO menetapkan baseline, masing-masing maskapai dapat memiliki kebijakan yang lebih ketat atau sedikit berbeda. Beberapa maskapai di Asia, misalnya, menerapkan batas kapasitas yang lebih rendah atau meminta penumpang untuk menyerahkan power bank kepada kru selama penerbangan. Maskapai di Eropa dan Amerika umumnya mengikuti pedoman ICAO dengan cukup ketat, tetapi beberapa di antaranya memiliki aturan tambahan tentang jenis power bank yang diizinkan (misalnya, hanya yang memiliki sertifikasi CE atau UL).
Sebelum terbang, luangkan waktu beberapa menit untuk memeriksa kebijakan maskapai Anda melalui situs web resmi atau menghubungi layanan pelanggan. Jangan mengandalkan informasi dari forum atau media sosial yang mungkin sudah kedaluwarsa. Selain itu, jika Anda terbang dengan beberapa maskapai dalam satu perjalanan, periksa kebijakan masing-masing—aturan yang berlaku adalah aturan maskapai yang mengoperasikan penerbangan tersebut, bukan maskapai yang menerbitkan tiket.
Beberapa merek yang telah lama dipercaya dalam hal keamanan dan kualitas antara lain Anker, Belkin, dan Mophie. Namun, perlu diingat bahwa bahkan power bank dari merek terpercaya pun dapat mengalami kerusakan jika terjatuh atau terkena suhu ekstrem, jadi periksa kondisi fisik power bank Anda sebelum terbang—jika ada tanda-tanda pembengkakan, retak, atau kerusakan lainnya, jangan membawanya.
