ASIAWORLDVIEW – Meta sedang menguji penggunaan robot di pusat datanya untuk mengambil alih pekerjaan fisik yang selama ini dikerjakan teknisi. Misalnya, mengganti kabel jaringan, menyalakan ulang server, memeriksa peralatan, hingga menangani tugas perawatan rutin di fasilitas yang mendukung sistem kecerdasan buatannya.
Menurut laporan WIRED, Meta sedang menguji robot dari Watney Robotics yang berbasis di San Francisco, Kinova yang berbasis di Quebec, dan ABB yang berbasis di Zurich yang dapat mengurangi biaya tenaga kerja—dan berpotensi mengurangi jumlah staf—seiring dengan perluasan infrastruktur AI-nya.
Pengujian ini dilakukan karena kebutuhan infrastruktur AI Meta terus membesar, sehingga perusahaan mencari cara agar operasi pusat data bisa lebih cepat, lebih konsisten, dan lebih efisien saat menghadapi volume pekerjaan yang makin tinggi.
Baca Juga: Laporan Terbaru: AI Tingkatkan Kapasitas Layanan Kesehatan Indonesia
Dalam praktiknya, beberapa robot yang diuji berasal dari perusahaan seperti Watney Robotics, Kinova, dan ABB, dengan contoh uji yang mencakup lengan robot untuk memutus atau menyambung daya server, mesin untuk menukar kabel jaringan, serta perangkat sederhana yang bisa menekan tombol daya dari jarak jauh untuk me-restart perangkat.
Uji coba itu juga dilaporkan berlangsung di sejumlah lokasi pusat data Meta, termasuk kampus besar di Altoona, Iowa, dan fasilitas baru di New Albany, Ohio, yang berfungsi sebagai tempat prototyping dan pengujian teknologi operasional baru.
Meski begitu, robot-robot tersebut belum sepenuhnya menggantikan manusia karena masih membutuhkan pengawasan, punya keterbatasan dalam menghadapi kabel yang rapat, sudut sempit, masa baterai, dan inspeksi visual yang kompleks.
Inisiatif ini bukan sekadar soal otomasi, tetapi juga langkah Meta untuk membangun model kerja pusat data yang menggabungkan manusia dan mesin. Harapannya pekerjaan yang berulang dapat diotomatisasi sementara teknisi tetap menangani tugas yang lebih rumit dan bernilai tinggi.
