ASIAWORLDVIEW – Lenovo tampaknya benar-benar serius menduduki puncak hierarki gaming handheld dan tablet performa dengan kehadiran Legion Y700 Infinite yang dikabarkan akan menyapa pasar Tiongkok pada Agustus 2026. Berdasarkan bocoran dari insider Weibo, Digital Chat Station, perangkat ini bukan sekadar penyegaran tahunan, melainkan sebuah lompatan arsitektural yang menjawab semua kriteria utama yang selama ini menjadi “titik lemah” pada seri Y700.
Jika Legion Y700 Gen 5 yang dirilis awal tahun ini sudah sukses memukau dengan kecepatan refresh 165Hz-nya, maka varian Infinite hadir sebagai ultimate evolution, mengganti panel IPS LCD standar dengan layar OLED 8 inci yang dipadukan dengan desain punch-hole terpusat untuk kamera selfie.
Secara teknis, peralihan ke OLED bukan sekadar tentang hitam yang lebih pekat, melainkan tentang responsivitas piksel yang hampir instan (mengeliminasi ghosting) dan reproduksi warna yang superior, sebuah kebutuhan mutlak bagi para gamer kompetitif yang mengandalkan kecepatan visual dalam sepersekian detik.
Namun, di sinilah letak terobosan paling disruptif: untuk pertama kalinya dalam sejarah lini Legion Y700, Lenovo membekali perangkat ini dengan konektivitas seluler 5G. Tidak tanggung-tanggung, tablet ini mendukung mode dual-SIM standby dengan kombinasi kartu fisik dan eSIM, serta dilengkapi dengan pita frekuensi N79 yang dikenal memiliki kecepatan unduh ekstrem.
Secara teknis adalah implementasi konfigurasi multi-antena cerdas yang secara dinamis memilih kombinasi sinyal terbaik berdasarkan cara genggaman pengguna, sebuah solusi elegan untuk mengatasi death grip yang kerap mengganggu konektivitas saat bermain game cloud atau streaming di luar ruangan. Dengan tambahan ini, Legion Y700 Infinite bertransformasi dari sekadar Wi-Fi tablet menjadi true portable console yang siap diajak bertempur di mana saja, tanpa ketergantungan pada hotspot ponsel.
Baca Juga: Lenovo Legion C700, Revolusi Handheld Gaming Berbasis Cloud
Dari sisi dapur pacu, perangkat ini diprediksi mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang sudah di-overclock secara pabrikan, dengan kecepatan puncak mencapai 4,74 GHz, sebuah angka yang menunjukkan bahwa Lenovo tidak main-main dalam mengejar peak performance untuk tugas-tugas berat seperti emulasi atau rendering grafis tinggi.
Untuk memastikan tidak ada hambatan pada transfer data, opsi memori dan penyimpanan yang tersedia sangatlah agresif, mulai dari varian 12GB/256GB, 16GB/512GB, hingga puncaknya 24GB RAM dan 1TB penyimpanan internal. Spek ini jelas menempatkannya di jalur flagship killer, dipadukan dengan kamera belakang 50MP serta sentuhan estetika gaming berupa lampu RGB di panel belakang yang dapat disesuaikan untuk menciptakan atmosfer bermain yang imersif.
Dengan bobot yang dikabarkan hanya sekitar 310 gram, perangkat ini tercatat lebih ringan 50 gram dibandingkan Legion Y700 Gen 5 standar yang berbobot 360 gram. Pengurangan bobot yang signifikan ini, dipadukan dengan sasis yang lebih ramping dan panel OLED yang lebih tipis, memberikan sensasi portabilitas yang hampir mendekati ponsel pintar.
Lenovo tetap mempertahankan sistem pendingin khas Legion yang dikenal agresif untuk mencegah thermal throttling saat session gaming panjang. Secara strategis, Infinite hadir untuk menantang dominasi perangkat seperti Red Magic Gaming Tablet 5 Pro (yang dijual global sebagai Red Magic Astra 2), dengan menawarkan paket komplet: layar superior, konektivitas 5G mandiri, serta bobot yang lebih enteng.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada kepastian apakah varian Infinite ini akan melenggang ke pasar global atau tetap menjadi eksklusif pasar Tiongkok. Namun, jika Lenovo berani membawanya ke kancah internasional, persaingan di segmen gaming tablet premium akan semakin panas.
