ASIAWORLDVIEW – Garmin kembali mempertontonkan keberaniannya di ajang wearable dengan merilis CIRQA, sebuah smart band pintar yang dijual dengan banderol 199,99 dolar AS atau sekitar Rp 3,2 jutaan. Kali ini, hadir dengan pendekatan radikal: tanpa layar sentuh sama sekali.
Jam tangan ini mengandalkan sepenuhnya aplikasi Garmin Connect di smartphone untuk melihat data hingga mengubah pengaturan. Ini menjadi langkah berani yang jelas menyasar segmen pengguna yang ingin memantau statistik kesehatan dan kebugaran harian secara intensif, namun ogah menambahkan satu panel display lagi di pergelangan tangan yang kerap membuat gangguan visual di tengah hiruk-pikuk aktivitas.
Perangkat mungil ini dibalut dengan bodi serat polimer yang sangat ringan (berukuran 27 x 47 x 9 mm dan berbobot hanya 20 gram beserta talinya), dilengkapi tali kain quick-release 14 mm yang dirancang untuk kenyamanan ekstrem selama 24 jam penuh—bahkan fleksibel untuk dipasang di pergelangan tangan atau lengan atas sesuai kebutuhan aktivitas pengguna, mulai dari lari pagi hingga tidur malam.
Tanpa layar yang menyedot daya, baterainya mampu bertahan hingga 10 hari dalam sekali cas, menjadikannya teman setia perjalanan tanpa perlu repot mencari colokan setiap akhir pekan. Di balik bodi minimalisnya, Garmin menyematkan sensor lengkap seperti pemantau detak jantung kontinu, Pulse Ox untuk kadar oksigen darah, dan akselerometer, yang memungkinkan CIRQA melacak berbagai metrik vital seperti HRV (Heart Rate Variability), laju pernapasan, suhu kulit, tingkat stres harian, hingga fase tidur serta nap singkat yang sering terlewat.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy Watch 9 Kian Menggoda, Snapdragon Wear Elite dan Fitur Kesehatan Proaktif
Bagi pengguna perempuan, fitur pelacakan kesehatan wanita hadir melalui sensor suhu kulit malam hari yang memberikan estimasi masa ovulasi, dan data ini bahkan bisa disinkronkan dengan aplikasi Natural Cycles yang telah teruji FDA—meski perlu dicatat bahwa layanan tersebut memerlukan langganan terpisah. Di sektor olahraga, band ini secara otomatis mendeteksi gerakan dasar seperti jalan dan lari, memungkinkan pengguna mengoreksi data di aplikasi agar sistem semakin cerdas dalam mengklasifikasikan aktivitas di masa depan.
Sementara satu tombol fisik di samping perangkat tetap tersedia untuk memulai latihan secara manual dari 80 aktivitas yang didukung. Meski tidak memiliki GPS internal, CIRQA mengandalkan Connected GPS alias mengharuskan pengguna membawa smartphone pasangan untuk merekam jarak dan rute saat berlari atau bersepeda di luar ruangan. Perangkat ini turut menghadirkan metrik andalan Garmin seperti VO2 Max, Training Readiness, dan Recovery Time serta menyediakan mode kursi roda yang melacak dorongan pengganti langkah.
Keunggulan kompetitif utamanya adalah mayoritas fitur inti kesehatan tidak berbayar, membedakannya dari kompetitor dengan model langganan seperti Oura atau Fitbit, meski Garmin tetap menyediakan opsi berlangganan Garmin Connect+ untuk membuka fitur tambahan seperti panduan pernapasan, metrik aktivitas langsung, dan paket latihan Garmin Coach.
Rencananya, perangkat mungil dengan filosofi “tanpa layar” ini akan tersedia mulai 24 Juli mendatang, menawarkan alternatif segar bagi para pelaku gaya hidup aktif yang menginginkan data akurat dari sensor Garmin tanpa harus membawa perangkat layar kedua di pergelangan tangan.
