ASIAWORLDVIEW – Pertumbuhan ekonomi lokal semakin mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, melalui berbagai kebijakan dan program pemberdayaan. Selain itu, dukungan juga diwujudkan dalam bentuk regulasi yang lebih ramah terhadap pelaku usaha kecil, penyediaan infrastruktur, serta kolaborasi dengan sektor swasta untuk memperluas rantai pasok. Langkah-langkah ini tidak hanya memperkuat daya saing daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadikan ekonomi lokal sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan.
Ismariny Syamsir, Asisten Deputi Prasarana dan Sarana Pangan dan Agribisnis menjelaskan dalam konferensi pers Indonesia Retail Summit & Expo 2026, Kamis (6/8/2026), peran pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi sorotan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain retail, juga ikut membangun pengusaha kecil.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah konkret dan inovatif untuk memberdayakan peritel dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemprov DKI Jakarta tidak hanya berhenti pada program seremonial, tetapi secara aktif mendorong pertumbuhan UMKM melalui penyelenggaraan event-event rutin, mulai dari skala bulanan hingga mingguan. Langkah ini memastikan bahwa UMKM memiliki platform berkelanjutan untuk memamerkan dan memasarkan produknya, menciptakan siklus ekonomi yang hidup di tingkat akar rumput.
“Kebijakan ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah instruksi yang mengubah ASN menjadi konsumen aktif, sekaligus menjadi duta produk lokal. Hal ini sejalan dengan temuan di lapangan, di mana antusiasme ASN terlihat dalam berbagai gelaran pameran, yang secara langsung menggerakkan transaksi dan mendongkrak penjualan pelaku usaha,” ia menambahkan.
Baca Juga: Maulana Wiga dan Yosef Adhitya Duta Resmi Pimpin STARFINDO 2026: Harapan Baru untuk Regenerasi
Contoh sukses dari DKI Jakarta ini menjadi model yang diharapkan dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya. Dengan menggabungkan strategi penyediaan platform pemasaran rutin dan penciptaan pasar melalui belanja ASN, roda ekonomi daerah dapat terus berputar.
Keberhasilan inisiatif ini terlihat dari berbagai gelaran seperti bazar UMKM hingga ke tingkat kecamatan dan pameran yang melibatkan puluhan stan di berbagai ajang. Namun, yang menarik perhatian adalah terobosan dalam menciptakan permintaan (demand) melalui kebijakan internal. Pemprov DKI menerapkan kewajiban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli produk-produk UMKM.
“Inovasi-inovasi seperti ini sangat penting untuk menggulirkan ekonomi di daerah, mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat, dan membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan berdaya saing. Ke depannya, dorongan untuk terus berinovasi dari pemerintah daerah akan menjadi kunci dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat paling bawah,” pungkasnya.
Acara ini menghadirkan berbagai diskusi, pameran, dan kolaborasi yang menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah bagi startup, retail besar, dan komunitas bisnis untuk bertukar ide inovatif, memperkuat jaringan, serta menciptakan solusi yang lebih inklusif bagi konsumen.

One thought on “Indonesia Retail Summit 2026 Soroti Peran Retail dan UMKM Dalam Perkembangan Ekonomi”