IHSG Terguncang Review MSCI

Ilustrasi pergerakan IHSG.(Unidata)

ASIAWORLDVIEW Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas yang tinggi, Kamis (13/8/2026), berakhir dengan pelemahan yang signifikan di tengah aksi jual yang meluas. Pergerakan indeks pada hari ini sangat dipengaruhi oleh hasil tinjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Agustus 2026 serta sentimen dari data inflasi Amerika Serikat (AS).

Perdagangan dibuka dengan optimisme. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pukul 09:05 WIB dibuka menguat 14,38 poin atau 0,23% ke posisi 6.388,23. Indeks bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.390,33.

Namun, tekanan jual yang agresif dengan cepat mengubah arah pasar. Hanya dalam hitungan menit, IHSG berbalik melemah. Pada pukul 09:15 WIB, indeks turun 33,46 poin atau 0,52% ke level 6.340,39. Pelemahan ini terus berlanjut sepanjang sesi. Pada pukul 09:41 WIB, IHSG anjlok 1,21% ke 6.296,66, dan sempat menyentuh level terendah harian di 6.281,57. Dari titik tertinggi, IHSG sempat kehilangan hampir 109 poin.

Meskipun sempat terjadi koreksi pada penutupan hari sebelumnya di mana IHSG ditutup menguat 1,69% ke 6.373,85, pelemahan pada 13 Agustus 2026 menunjukkan bahwa kekhawatiran pasar lebih dominan.

Baca Juga: IHSG Rebound ke 6.277, Berhasil Bangkit di Awal Perdagangan

Sentimen negatif utama pada hari ini adalah pengumuman hasil tinjauan indeks MSCI periode Agustus 2026, yang dirilis pada dini hari. MSCI tidak menambahkan saham Indonesia baru ke dalam indeks MSCI Global Standard. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diturunkan kelasnya dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI) karena masalah likuiditas. Sebanyak 9 saham Indonesia lainnya dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes.

Keputusan ini memicu aksi jual pada saham-saham yang terdampak. PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) anjlok 7,04%, PT Ratu Prabu Energi Tbk (RATU) melemah 5,40%, dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) turun 4,67%. Saham CPIN juga terkoreksi sekitar 1,90%. MSCI tidak mengubah status Indonesia sebagai negara Emerging Markets dalam tinjauan tahunan mereka.

Analis menilai bahwa rebalancing ini akan meningkatkan volatilitas saham-saham terkait jelang tanggal efektif pada 31 Agustus 2026. “Tidak adanya saham baru yang masuk ke MSCI Indonesia Standard Index maupun Small Cap Index membatasi potensi passive inflow,” ujar analis Phintraco Sekuritas.

Dari sisi eksternal, data Consumer Price Index (CPI) AS untuk Juli 2026 yang dirilis sesuai ekspektasi pasar memberikan sentimen positif terbatas. Inflasi headline turun menjadi 3,4% secara tahunan dan 0,1% secara bulanan. Namun, laju inflasi yang masih di atas target The Fed sebesar 2% membuat pasar tetap berhati-hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *