IHSG Bangkit ke Zona Hijau, Sentimen Global Positif

Memantau pergerakan IHSG.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 18,27 poin atau 0,30 persen ke level 6.055,16, pada Senin (5/10/2026). Angka ini membalikkan tren negatif yang sempat membebani pasar sepanjang pekan sebelumnya.

Penguatan ini menjadi fase rebound yang ditunggu setelah IHSG tertekan cukup dalam, meskipun secara teknikal indeks masih berada dalam fase downtrend jangka pendek di bawah garis rata-rata pergerakan (MA5, MA20, dan MA60) . Indeks LQ45 juga ikut menguat 1,90 poin atau 0,32 persen ke posisi 597,36, mencerminkan perbaikan sentimen di saham-saham unggulan . Volume perdagangan tercatat cukup ramai, dengan 3,31 miliar saham berpindah tangan pada menit-menit awal, nilai transaksi mencapai Rp388,5 miliar, dan frekuensi transaksi 63.579 kali . Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 350 saham menguat, 128 saham melemah, dan 220 saham stagnan, menunjukkan dominasi zona hijau yang cukup jelas di awal sesi .

Faktor dominan yang mendorong penguatan IHSG hari ini adalah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Nonfarm Payrolls) untuk September 2026 yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Ekonomi AS hanya menambah 29.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi 90.000, dan turun tajam dari 133.000 pada Agustus.

Baca Juga: Mendag Budi Santoso Optimis Surplus Perdagangan Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,2 persen dari 4,1 persen . Data ini secara langsung menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga setidaknya 25 basis poin turun drastis menjadi 22,1 persen dari sebelumnya 64,2 persen.

Penurunan ekspektasi ini melemahkan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang secara historis memberikan ruang bagi aset berisiko di negara berkembang—termasuk pasar saham Indonesia—untuk menguat. Indeks Volatilitas CBOE (VIX) yang menjadi indikator tingkat kecemasan investor juga turun 6,59 persen ke level 15,31, mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar global .

Sentimen positif juga datang dari penurunan harga minyak mentah dunia setelah negara-negara G7 mengumumkan rencana pelepasan 100 juta barel cadangan minyak dalam empat bulan ke depan, yang secara langsung meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi energi . Penurunan harga minyak ini penting bagi Indonesia sebagai net importir minyak, karena mengurangi beban defisit transaksi berjalan dan tekanan terhadap rupiah. Selain itu, mayoritas indeks saham Asia menguat pada awal perdagangan, dengan Nikkei 225 melonjak 2,09 persen dan Shanghai Composite Index menguat 0,31 persen . Penguatan bursa regional ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi IHSG untuk melanjutkan momentum positifnya, meskipun Hang Seng Index tercatat melemah 0,61 persen.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor saham bergerak di zona hijau pada awal perdagangan, mencerminkan perbaikan sentimen yang merata. Sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan 1,06 persen ke level 1.591, diikuti sektor bahan baku yang naik 0,89 persen ke 1.687, dan sektor properti yang menguat 0,81 persen ke 742. Saham-saham yang menjadi pendorong utama IHSG antara lain PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang naik 2,55 persen ke Rp482, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 1,76 persen ke Rp1.445, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 1,68 persen ke Rp4.240.

Saham bank besar seperti BBCA juga dibuka menguat 0,41 persen ke Rp6.125, BBRI naik 0,32 persen ke Rp3.090, dan TLKM menguat 2,22 persen ke Rp2.300. Di jajaran top gainers, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) melonjak 21,05 persen ke Rp322, diikuti PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) yang naik 12,24 persen ke Rp110.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *