ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) hari ini, Kamis (23/7/2026), bergerak di kisaran USD65.800–65.900 atau sekitar Rp 1,18 miliar per koin (kurs Rp 17.930/USD). Meski turun tipis sekitar 0,6% dalam 24 jam terakhir , Bitcoin masih mencatat kenaikan 1,7% dalam sepekan , menandakan tren positif yang relatif stabil di tengah volatilitas pasar kripto. Kapitalisasi pasar Bitcoin tetap kuat di sekitar USD1,3 triliun.
Level support utama di USD65.000 dan resistance terdekat di USD67.000–68.000. Pergerakan ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih mampu bertahan di tingkat atas psikologis penting berkat dukungan kuat dari institusional ETF yang terus mencatat arus masuk positif.
Faktor utama penggerak harga berasal dari arus masuk ETF spot di AS yang mencatat net inflow selama enam hari berturut-turut dengan total sekitar USD1,1 miliar, dipimpin oleh manajer aset besar seperti BlackRock dan Fidelity. Arus dana ini memperkuat permintaan institusional dan menambah kepercayaan pasar terhadap Bitcoin sebagai aset digital utama.
Baca Juga: Industri Kripto Ragukan Pengesahan Kejelasan RUU 2025
Dari sisi psikologis, Indeks Fear & Greed naik dari “Extreme Fear” (24) ke “Fear” (34), menandakan perbaikan sentimen investor meski masih berhati‑hati. Namun, volatilitas global tetap tinggi akibat ketegangan geopolitik dan aksi jual oleh whale (pemilik besar Bitcoin) yang membatasi harga reli.
Selain itu, aspek keamanan kripto menjadi sorotan penting. Laporan dari CertiK mencatat kemunculan serangan fisik terhadap pemilik kripto (wrench serangan) dengan total kerugian mencapai US$ 124 juta pada semester pertama 2026. Fenomena ini menambah dimensi risiko baru di luar ancaman siber, yang menegaskan pentingnya perlindungan fisik dan digital bagi investor kripto.
Analis teknikal Crypto Patel memperkirakan Bitcoin berpotensi mencapai USD116.000 pada November 2026, dengan resistensi penting di USD82.749 dan USD97.693 . Jika pola bullish divergence berlanjut, kemungkinan besar mirip rebound pasca bear market 2022 bisa terjadi. Namun, arah harga tetap sangat bergantung pada faktor eksternal seperti regulasi kripto global dan keamanan aset digital.
Bitcoin menunjukkan stabilitas di atas USD65.000 dengan dukungan kuat dari institusi dan perbaikan sentimen pasar. Meski prospek jangka menengah terlihat positif, risiko tetap tinggi akibat volatilitas, potensi aksi jual whale.
Selain itu, dinamika geopolitik dan regulasi. Investor disarankan untuk tetap berhati‑hati, menerapkan manajemen risiko ketat, dan memantau perkembangan ETF serta kebijakan global yang dapat mempengaruhi arah pasar kripto.

