Gandeng HIPPINDO, Kemendag Genjot Daya Saing UMKM Lewat Fasilitasi 4.100 Barcode Produk

ASIAWORLDVIEW – Kementerian Perdagangan bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas. Jadi, mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

Program yang diluncurkan dalam rangkaian Pangan Nusa Expo 2026 ini tidak hanya memberikan identitas produk berstandar internasional kepada ribuan pelaku usaha, tetapi juga membuka akses yang lebih besar bagi produk UMKM untuk masuk ke jaringan ritel modern, marketplace nasional, hingga pasar ekspor. Apalagi di tengah persaingan bisnis saat ini, demi meningkatkan daya saing.

“Kehadiran barcode diharapkan dapat mendukung proses pendataan, identifikasi, serta pengelolaan produk secara lebih terstruktur, sehingga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produknya.” Ujar Dirjen PDN, Iqbal S. Shofwan, Rabu (15/10/2026).

Baca Juga: TEI 2026 Jadi Mesin Baru Ekspor Indonesia, Targetkan Transaksi USD 17,5 Miliar

Di tengah meningkatnya persaingan bisnis dan tuntutan transparansi rantai pasok, barcode telah menjadi salah satu persyaratan dasar yang wajib dimiliki produk untuk dapat diterima dalam ekosistem perdagangan modern. Karena itu, fasilitasi ini merupakan bentuk intervensi konkret pemerintah untuk mengatasi salah satu hambatan teknis yang selama ini kerap dihadapi pelaku UMKM saat ingin memperluas pasar.

“Keberadaan barcode SKU memiliki peran yang jauh lebih penting dibanding sekadar kode identifikasi produk. Barcode memungkinkan produk tercatat secara sistematis dalam inventaris ritel modern, memudahkan proses pemesanan, distribusi, pelacakan stok, hingga analisis penjualan,” ia menambahkan.

Kolaborasi antara Kemendag dan HIPPINDO juga mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat ekosistem perdagangan domestik. HIPPINDO sebagai representasi pelaku ritel modern memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan pasar dengan kemampuan produksi UMKM. Melalui kolaborasi ini, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada aspek legalitas produk, tetapi juga membuka peluang akses jaringan distribusi yang selama ini menjadi tantangan utama bagi usaha kecil. Dengan semakin banyak produk UMKM yang masuk ke rak-rak ritel modern dan memiliki kesiapan ekspor, nilai tambah ekonomi yang tercipta tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan industri lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing produk Indonesia baik di pasar domestik maupun global.

“Bagi pelaku usaha besar, sistem ini telah menjadi standar operasional, namun bagi banyak UMKM, biaya dan proses administrasi untuk memperoleh barcode sering kali menjadi kendala. Langkah ini dianggap banyak membantu mereka,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *