ASIAWORLDVIEW – Bayangkan menikmati hidangan omakase terbaik sambil memandangi gemerlap lampu Jakarta yang terbentang di bawah kaki Anda. Bukan dari gedung pencakar langit biasa, melainkan dari lantai 100 Autograph Tower, Thamrin Nine, titik tertinggi di Indonesia yang pernah dihuni oleh sebuah restoran.
Akira Back Jakarta membuka babak barunya dengan kembali hadir setelah pertama kali menggebrak ibu kota pada 2014. Kali ini dengan visi yang jauh lebih berani dan menggugah.
Di balik pengalaman ini, ada sosok Chef Akira Back, seorang koki kelahiran Korea yang perjalanan hidupnya sama eksotisnya dengan masakannya. Sebelum mengukir nama di dunia kuliner, ia pernah menjadi atlet snowboard profesional—sebuah latar belakang yang tampaknya mempengaruhi presisi dan keberaniannya dalam menciptakan hidangan.
Mengusung filosofi “Celebrate Life”. Setiap elemennya dirancang untuk menjadi latar sempurna bagi momen-momen berharga: dari lamaran yang romantis, pertemuan keluarga yang hangat, hingga perayaan pencapaian karier yang membanggakan.
Baca Juga: Sajian Global dengan Sentuhan Lokal dan Kehangatan Kopi Spesial di Jantung Jakarta
Menu Akira Back adalah simfoni rasa yang tidak boleh dilewatkan. Hidangan andalan seperti AB Tuna Pizza hadir di atas adonan tipis renyah, disiram umami aioli, ditaburi micro shiso yang segar, dan diberi sentuhan mewah white truffle oil—sebuah interpretasi modern dari sushi yang mengguncang lidah.
Ada pula 48 Hour Short Rib, yang menjadi bukti bahwa waktu adalah bahan rahasia terbaik, dimasak selama dua hari penuh dengan teknik dan presisi yang hanya bisa dilakukan oleh chef sekelas Akira Back. Dan untuk penutup, Truffle Ice Cream Pizza membawa imajinasi ke level baru—es krim truffle yang disajikan di atas “pizza” manis, mengingatkan pada salah satu hidangan ikonik restoran namun dengan twist yang tak terduga.
“Akira Back Jakarta mencerminkan keyakinan kami terhadap kota ini dan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap pengalaman hospitality berkelas dunia,” ujar Irawan Sukma Nugraha, Business Director Akira Back & Chief Strategic Officer Adhya Group. “Kami hadir untuk membangun sesuatu yang berkelanjutan, bukan sekadar membuka sebuah restoran.”
Setelah membuka Yellowtail di Bellagio, Las Vegas pada 2008, namanya melambung tinggi dan restorannya kini hadir di berbagai kota internasional. Gaya masaknya adalah perpaduan sempurna antara teknik Jepang yang presisi, cita rasa Korea yang berani, dan sentuhan internasional yang ia kumpulkan sepanjang kariernya.
Dengan kapasitas 60 tamu—52 kursi di ruang makan utama dan satu ruang privat untuk delapan orang—suasana yang tercipta adalah keintiman yang jarang ditemukan di restoran setinggi ini. Panorama Jakarta bukan sekadar pemandangan, melainkan bagian dari hidangan itu sendiri, seolah-olah kota ini ikut merayakan setiap tegukan dan suapan Anda.
