ASIAWORLDVIEW – Rumah kustomisasi gadget mewah asal Rusia, Caviar secara resmi meluncurkan koleksi terbaru bertajuk Legends. Tepat di momen dramatis usainya gelaran Piala Dunia 2026 yang dinanti-nantikan, produsen yang terkenal dengan sentuhan material mulia ini. Bukan pilihan sembarangan, Caviar memilih dua perangkat flagship paling dinanti tahun ini sebagai kanvas seni mereka: Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra yang belum resmi dirilis, dan Apple iPhone 17 Pro yang saat ini tengah menjadi primadona pasar.
Kolaborasi epik ini menghadirkan persaingan abadi dua ikon sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, ke dalam genggaman tangan para kolektor, mengubah fungsi telepon genggam menjadi artefak olahraga bernilai investasi tinggi. Dengan memanfaatkan momen emosional di mana turnamen ini diprediksi menjadi panggung terakhir bagi kedua pemain di ajang empat tahunan tersebut, Caviar seolah menangkap detik-detik sejarah dan mengabadikannya dalam balutan kaca, enamel, dan logam mulia.
Caviar memilih perangkat yang belum diluncurkan secara komersial, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra, sebagai basis untuk edisi tribute kepada Lionel Messi. Bayangkan, di atas bodi lipat futuristik yang identik dengan inovasi teknologi, Caviar mengganti seluruh panel belakang standar dengan mahakarya seni yang memukau. Di sana terpampang potret wajah La Pulga, dipadukan dengan nomor punggung legendarisnya, 10, serta simbol-simbol kebanggaan Argentina yang kental. Namun, yang benar-benar membuat para tech enthusiast tercengang adalah penggunaan teknik pengerjaan logam kuno tingkat tinggi, yaitu cloisonne enamel.
Dalam teknik ini, kaca berwarna dibakar di dalam bingkai kawat halus untuk membentuk ilustrasi permanen, menghasilkan gradasi warna biru muda dan putih tim nasional Argentina yang tidak akan pudar dimakan waktu. Untuk menambah nuansa kemewahan ekstrem, seluruh bingkai (frame) ponsel serta garis tepi (outline) dari desain tersebut dilapisi emas 24 karat murni yang mengilap. Sebagai barang koleksi terbatas dengan total produksi hanya 19 unit di seluruh dunia, varian berbasis Fold 8 Ultra ini dibanderol mulai dari angka fantastis USD13.130 (sekitar Rp215 jutaan) untuk varian penyimpanan 256GB, belum termasuk sensasi eksklusivitas yang hanya akan dirasakan oleh segelintir elit.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Batalkan Kamera Horizontal ala Google Pixel

Di sisi lain, persaingan abadi ini diimbangi dengan edisi spesial Cristiano Ronaldo yang didasarkan pada perangkat Apple iPhone 17 Pro dan Pro Max. Dengan filosofi desain yang sama namun interpretasi visual yang berbeda, Caviar kembali menyulap ponsel andalan Apple ini menggunakan metode cloisonne enamel. Kali ini, warna yang dominan adalah palet hijau dan merah yang menjadi ciri khas tim nasional Portugal. Panel belakang dihiasi oleh potret CR7 yang karismatik, aksen nomor 7 yang ikonik, serta lambang negara Portugal (coat of arms) yang diletakkan di atas latar belakang geometris modern, menciptakan ilusi tiga dimensi yang begitu dalam.
Sama seperti edisi Messi, elemen bingkai dan aksen desain lainnya juga tidak luput dari sentuhan lapisan emas 24 karat, memberikan kesan eksklusif yang sebanding dengan reputasi sang pemain. Harga yang dipatok untuk edisi Ronaldo ini sedikit lebih “ramah” di angka USD$11.410 (sekitar Rp188 jutaan) untuk model iPhone 17 Pro 256GB, namun tetap berada di jajaran produk paling mahal di kelasnya. Caviar juga menegaskan bahwa kedua edisi ini akan dikirimkan dalam kemasan kustom yang sangat spesial, yang di dalamnya terdapat kunci berlapis emas serta koin bermerek—sebuah ritual pembukaan yang menambah pengalaman unboxing menjadi layaknya membuka peti harta karun.
Menariknya, ambisi Caviar tidak berhenti pada dua nama besar itu. Dalam pengumumannya, mereka juga menyebutkan rencana untuk merilis edisi kustom bertema Erling Haaland yang akan menggunakan perangkat iPhone Ultra, meski pengerjaannya baru akan direalisasikan setelah gelaran acara hardware Apple pada bulan September mendatang. Hal ini menandakan bahwa koleksi Legends adalah warisan dinamis yang akan terus tumbuh seiring pergantian generasi pesepakbola. Dengan total produksi yang dibatasi hanya 19 unit per desain, Caviar tidak hanya menjual perangkat keras teknologi tercanggih, tetapi juga menjual narasi sejarah dan sentimen penggemar.
