ASIAWORLDVIEW – Vivo belum juga mengambil keputusan final terkait sektor kamera untuk flagship andalannya, Vivo X500 Ultra. Kabar ini datang dari Digital Chat Station. Alih-alih sudah mantap dengan satu konfigurasi, tim riset dan pengembangan Vivo justru masih sibuk melakukan evaluasi mendalam terhadap beberapa opsi sensor telephoto 200MP sebelum benar-benar mengunci sistem pencitraan akhir perangkat tersebut. Ini menandakan bahwa Vivo sedang tidak terburu-buru dan sangat serius menyempurnakan kemampuan zoom-nya.
Menurut unggahan sang tipster, saat ini tim insinyur Vivo sedang menguji tiga varian sensor 200MP dengan ukuran fisik yang berbeda-beda. Ketiganya hadir dalam ukuran 1/1,12 inci, 1/1,3 inci, dan 1/1,4 inci. Sensor berukuran 1/1,12 inci digambarkan sebagai opsi paling agresif dan ekstrem—yang jika jadi dipilih, berpotensi menghadirkan kualitas foto zoom malam hari yang luar biasa gahar berkat kemampuan menyerap cahaya yang masif. Sementara itu, dua opsi lainnya, yaitu 1/1,3 inci dan 1/1,4 inci, dinilai sebagai pendekatan yang lebih “kalem” dan balanced atau seimbang antara performa optik dan desain perangkat.
Tentu saja, menentukan sensor terbesar bukanlah keputusan yang bisa diambil secara instan. Di balik keunggulan teknis sensor 1/1,12 inci yang mampu mengumpulkan lebih banyak cahaya untuk hasil jernih di jarak ekstrem, ada konsekuensi besar yang harus ditanggung: modul kamera yang lebih tebal, kompleks, dan berpotensi membuat bongkahan kamera belakang semakin menonjol keluar dari bodi ponsel.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Batalkan Kamera Horizontal ala Google Pixel
Vivo disebut tengah mempertimbangkan secara matang apakah akan mengambil jalur “kamera tank” dengan segala konsekuensi desainnya, atau memilih opsi 1/1,3 dan 1/1,4 inci yang lebih ramah dimensi namun tetap menjanjikan performa yang mumpuni untuk kebutuhan zoom sehari-hari.
Menariknya, bocoran ini nyambung dengan laporan yang sempat beredar pada bulan Juni lalu, yang menyebut bahwa Vivo telah mengubur rencana untuk menghadirkan kamera periskop 10x khusus secara terpisah. Kini, strategi yang diusung adalah mengandalkan satu kamera periskop 200MP yang dipadukan dengan teknologi in-sensor zoom—sebuah metode pemotongan berbasis perangkat lunak dan hardware yang memanfaatkan resolusi tinggi sensor untuk menghasilkan zoom optis tanpa harus menambah lensa fisik tambahan.
Mengingat status Vivo X500 Ultra yang masih dalam tahap pengembangan aktif, skenario akhir mengenai sensor mana yang akan dipilih masih bisa berubah sewaktu-waktu. Namun yang jelas, Vivo tengah memainkan langkah sangat hati-hati di segmen ultra-premium. Mereka tidak hanya mengejar angka megapiksel, tetapi juga mempertimbangkan keseimbangan antara kualitas gambar, ketipisan perangkat, dan kompleksitas produksi, demi memastikan keunggulan zoom-nya benar-benar terasa di tangan pengguna akhir nanti.
