ASIAWORLDVIEW – Bitcoin atau BTC kembali menunjukkan pergerakan positif hari ini, Kamis (6/8/2026). Aset digital ini berhasil menembus level psikologis USD65.000, menandai kelanjutan tren pemulihan yang dimulai sejak awal pekan. Penguatan ini terjadi setelah sepekan sebelumnya Bitcoin masih berkutat di kisaran USD62.000.
Kapitalisasi pasar Bitcoin terdorong naik hingga mencapai sekitar USD,29 triliun, didukung volume perdagangan harian yang solid di angka USD22,69–22,86 miliar. Pergerakan harga harian tercatat dalam rentang USD63.829 hingga USD64.954.
Katalis utama, optimisme terhadap kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dilaporkan bahwa AS, Iran, dan Oman hampir mencapai kesepakatan transisi 60 hari untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut, yang akan memisahkan jalur kapal masuk dan keluar, membebaskan biaya transit selama 60 hari awal, serta membersihkan ranjau laut dalam 30 hari. Optimisme ini mendorong penurunan harga minyak dunia dan meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga meningkatkan selera risiko (risk-on) di pasar global.
Baca Juga: Altcoin Melemah, Ethereum Justru Berhasil Bertahan
Selain itu, rilis data ADP Employment AS untuk Juli yang lebih lemah dari perkiraan pasar turut menjadi pendorong. Data ketenagakerjaan yang melambat ini meningkatkan ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga The Fed di masa depan, yang menjadi sentimen positif bagi aset berisiko seperti kripto.
Spot Bitcoin ETF kembali mencatatkan arus masuk (inflow) yang signifikan. Farside Investors melaporkan net inflow lebih dari USD200 juta dalam dua hari terakhir. BlackRock’s IBIT sendiri mencatatkan arus masuk harian lebih dari USD170 juta dari total USD211 juta inflow harian. Arus masuk institusional ini menjadi pendorong utama penguatan harga.
Indeks Fear and Greed (Indeks Ketakutan dan Keserakahan) untuk Bitcoin naik dari 25 menjadi 27, meskipun masih berada dalam zona “Takut” (Fear). Ini menunjukkan bahwa meskipun harga menguat, pelaku pasar masih bersikap hati-hati. Aktivitas di pasar derivatif juga menunjukkan peningkatan. Open interest (kontrak berjangka yang belum diselesaikan) meningkat signifikan, menandakan masuknya leveraged funds (dana dengan pinjaman) ke pasar. Namun, hal ini juga berarti potensi volatilitas yang lebih tinggi ke depan.
Dari sisi on-chain, aktivitas accumulation (akumulasi) oleh investor besar terpantau meningkat. CryptoQuant melaporkan bahwa Bitcoin whales (pemegang besar) terus menambah posisi mereka, dengan saldo whale (tidak termasuk exchange dan mining pool) meningkat dari 2,87 juta BTC pada Desember 2025 menjadi sekitar 3,06 juta BTC. Selain itu, alamat yang menyimpan setidaknya 1 BTC mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Sekitar 155.000 BTC masuk ke kisaran harga US$62.000–US$65.000, yang menunjukkan bahwa area ini kini menjadi zona support yang kuat.
Meskipun terjadi penguatan, beberapa analis mengingatkan bahwa struktur bearish jangka panjang belum sepenuhnya berbalik. Sinyal hawkish dari pejabat The Fed yang mengisyaratkan potensi kenaikan suku bunga jika inflasi tidak membaik tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
